PKL Libur 2 Hari, Jl Perjuangan Lengang

Mahasiswa berjalan kaki di depan Kampus IAIN Syekh Nurjati yang bersih dari pedagang kaki lima, Kamis (6/12). FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBONMahasiswa berjalan kaki di depan Kampus IAIN Syekh Nurjati yang bersih dari pedagang kaki lima, Kamis (6/12).FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Ada yang berbeda dengan bahu jalan di depan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Biasanya, banyak berjejer lapak pedagang Kaki Lima (PKL) di badan jalan. Tidak demikian, Kamis (6/12).

Sejak pagi tak terlihat satu pun PKL. Lalu lintas lebih lancar. Di jam dan pulang kerja. Saat ditelusuri, rupanya ada surat imbauan kepada PKL. Yang dikeluarkan oleh IAIN Syekh Nurjati. “Kami diminta libur dulu dua hari. Nggak boleh jualan di depan kampus,” ujar Pengurus PKL IAIN Syekh Nurjati Amin kepada Radar Cirebon.

Dengan adanya permintaan kampus, PKL bersedia meliburkan diri. Mereka tidak menempati badan jalan yang biasa digungkan untuk menggelar lapak. Meski ada juga beberapa PKL yang tetap berjualan, khususnya di seberang area kampus. Begitu juga PKL malam yang tetap membuka lapaknya.  Amin mengungkapkan, hal serupa pernah terjadi saat ada tamu atau pejabat yang hendak bertamu ke kampus. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kondusivitas acara.

Iwan, salah seorang pedagang mengikuti permintaan dari kampus guna bisa tetap berjualan di area tersebut. Apalagi hanya diminta libur dua hari. Setelah itu bisa berjualan lagi. “Kami ikut saja,” tukasnya.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, surat edaran ini terkait dengan Akreditasi Institut Perguruan Tinggi (AIPT). Edaran itu ditandatangani salah seorang pejabat IAIN Cirebon. Kamis (6/12), dari jumlah sekitar 50-an PKL, 30 diantaranya memang masih berjualan. Hanya saja mereka tidak menempati area depan kampus. Bergeser persisnya ke arah barat.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon Mohammad Arifin MPd I mengakui, meminta bantuan kepada para PKL untuk tidak berjualan dua hari. Hal tersebut karena akan ada asesor akreditasi. “Penilaiannya kan banyak aspek. Ini termasuk fisik juga,” ucap dia. (apr/awr-mg)