PKS Tak Ingin Buru-buru Koalisi, Demokrat Beri Deadline 

457
Ketua DPD PKS Kota Cirebon H Karso saat sambutan dalam acara Halal Bihalal PKS di Studio Kaliandra, Minggu (16/7). Foto: Abdullah/Radar Cirebon

CIREBON – Di-deadline Partai Gerindra, tak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) buru-buru memantapkan koalisi. Sampai saat ini, mereka masih membuka komunikasi dengan sejumlah partai lain seperti, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat.

Pengurus DPW PKS Jawa Barat, Ruswa menegaskan, masih ada partai lain yang akan diajak berkomunikasi. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan pengurus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Tidak hanya itu, pertemuan juga akan dilakukan dengan Partai Demokrat. “Kami masih membuka lebar komunikasi politik. Kita komunikasi karena menjelang finalisasi,” tutur Ruswa, kepada Radar, di Studio Kaliandra RCTV, Minggu (16/7).

Ruswa menegaskan, menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan  Pilkada 2018 mendatang, PKS hanya akan berkoalisi dengan parpol dan kandidat yang memiliki kans untuk menang. Hal itu juga berlaku untuk PKS Kota Cirebon.

Ia juga meminta kader PKS harus siap dan all aout untuk memenangkan calon yang diusung. “Ini bukti keseriusan PKS menggalang koalisi menjelang Pilkada 2018 mendatang,” tandasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat, Drs Nasrudin Azis SH juga mengakui dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan sejumlah partai politik termasuk dengan PKS dan PKB. Rencananya pertemuan itu berlangsung pekan depan. “Kalau tanggalnya belum dipastikan,” ucapnya.

Namun demikian Azis optimis koalisi partai politik yang digalang Partai Demokrat dalam waktu dekat akan segera terwujud. Karenanya lobi-lobi politik terus intens dilakukan Partai Demokrat.

Di lain pihak, desakan untuk memastikan koalisi dilakukan Partai Gerindra. Meski tengah melakukan seleksi bakal calon walikota (bacawalkot), tapi Ketua DPC Partai Gerindra, Eman Suleaman mengaku masih menunggu respons koalisi dari PKS. “Kita menunggu dari PKS, tapi ada batasnya juga,” tutur dia.

Seperti diketahui, selain PKS ada juga Partai Amanat Nasional (PAN) yang belakangan santer dekat dengan Gerindra. Apalagi dua partai ini pernah berkoalisi mengusung duet Heru Cahyono-Saladin di Pilkada 2013. (abd)