Plagiat di Kalangan Akademisi Masih Tinggi

UNIKUPELATIHAN: Puluhan dosen Uniku dibekali penggunaan software anti plagiarism di Gedung SC Iman Hidayat, kemarin. FOTO: MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Sebanyak 50 dosen Universitas Kuningan (Uniku) mengikuti kegiatan Pelatihan Penggunaan Software Anti Plagiarism. Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) itu digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Uniku, kemarin (6/12).

Turut hadir dalam acara itu, Wakil Rektor I Anna Fitri Hindriana, Wakil Rektor II Fahmi Yusuf, Wakil Rektor III Ilham Adhya, Kepala LPPM Oding Syafrudin, Kepala Bidang Pengabdian LPPM Tatang Rois, Kepala Bidang Penelitian Erlan Darmawan, Kepala Bidang Publikasi Jurnal Online Yayan Suryana, Narasumber Deden Ramdani, Turnitin i-group Jakarta dan tamu undangan lainnya.

Kepala LPPM Uniku Oding Syafrudin, dalam laporannya mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya yang terkait dengan publikasi. “Alhamdulillah, untuk pelatihan yang diselenggarakan pada hari ini diikuti oleh 50 orang dosen Uniku dari berbagai fakultas dan prodi,” tuturnya.

Secara faktual, kata dia, kecenderungan plagiat di kalangan akademisi masih tinggi. Namun, di satu sisi produk karya tulis ilmiah semakin banyak. “Sadar akan hal itu, maka LPPP Uniku merasa perlu dan wajib untuk melakukan pelatihan mengenai anti plagiarism tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan diselenggarakan dengan harapan, agar dapat terhindar dari plagiarism dalam menyusun karya ilmiah di kalangan dosen. Selain itu dapat membentuk budaya etika akademik, terutama dalam menghasilkan karya ilmiah.

Kegiatan pelatihan itu juga diharapkan meningkatkan rasa percaya diri dari ancaman-ancaman sanksi atau plagiat. Serta secara kelembagaan dapat menyusun pedoman “kemiripan” tulisan yang dikategorikan plagiat.

“Pelatihan ini juga sebagai upaya untuk menciptakan iklim akademik yang kondusif di lingkungan Uniku dalam hal ini diatasi sebagai indikator pemeringkatan berdasarkan perhitungan quacquarelli, symond (Qs) dan berbobot besar,” harap Oding.

Sementara itu, Wakil Rektor I Uniku Anna Fitri Hindriana dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LPPM Uniku yang kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan anti plagiarism dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPPM Uniku yang kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang mana masih dalam satu bagian yang terkait dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya,” tuturnya.

Dirinya juga berharap, diselenggarakannya kegiatan pelatihan tersebut, dapat meningkatkan kualitas akademik di Uniku. Serta melahirkan karya-karya ilmiah yang sesuai dengan budaya etika akademik.

“Semoga, dapat meningkatkan kualitas akademik di Uniku dengan lahirnya karya-karya ilmiah yang sesuai dengan budaya etika akademik, yang terhindar dari plagiarism,” harap Ana. (muh)