PMI Kabupaten Cirebon Targetkan Bulan Dana Capai Rp500 Juta Lebih

ILUSTRASI

CIREBON-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menargetkan gerakan bulan dana PMI tahun 2018 di atas Rp500 juta lebih. Namun, pengajuan kepanitiaan bulan dana PMI sedikit terlambat. Meski demikian, penentuan panitia bulan dana PMI di bulan Desember ini segera dibentuk.

“Yang menunjuk ketua panitia bulan dana PMI itu adalah bupati selaku pelindung PMI. Tadi sudah konsultasi dengan Pejabat Bupati Dicky Saromi. Insya Allah, akan segeea dibentuk,” kata Ketua PMI Kabupaten Cirebon Rd Sri Heviana Supardi saat ditemui di Gedung Setda, Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, capaian bulan dana tahun 2017 melebihi target yakni 104 persen atau Rp400  jutaan. Dan di tahun 2018 ini, pihaknya menargetkan capaian bulan dana di atas Rp500 juta lebih. “Insya Allah target akan tercapai. Bulan dana ini PMI ini diperuntukkan untuk social, khususnya daerah rawan bencana,” ucapnya.

Dia menjelaskan, bulan dana sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat yang daerahnya terkena bencana seperti, banjir yang melanda di Wilayah Timur Cirebon, puting beliung, tsunami di Palu, jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang dan banjir di Garut. “Bulan dana yang sudah terkumpul itu dikelola PMI untuk kepentingan sosial. Bukan hanya di dalam daerah saja. Tapi, luar daerah pun kita sentuh. Karena misi kita adalah kemanusiaan,” tuturnya.

Heviyana menambahkan, hasil dari bulan dana PMI ini akan dialokasikan untuk tugas pokok PMI, meningkatkan kesiapsigaan PMI dalam penanggulangan bencana terutama di daerah -daerah rawan bencana.

Dia mengaku, tahun 2019 PMI mengajukan anggaran untuk kebutuhan PMI kepada pemerintah daerah sebesar Rp850 juta. Namun, berapa yang akan direalisasi belum diketahui. Tapi, support dari Pejabat Bupati sangat bagus. Apalagi Pejabat Bupati juga adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar. Sehingga, beliau paham betul kebutuhan anggaran untuk PMI.

“Tahun sekarang kita tidak dapat hibah dari APBD Kabupaten Cirebon. Tahun 2017 lalu, kita hanya mendapatkan Rp200 juta dari APBD. Jumlahnya sangat kecil. Padahal, Kabupaten Cirebon rawan bencana. Setidaknya, perlu support alokasi dana yang rasional untuk kegiatan kemusiaan ini,” tandasnya. (sam)