PNM dan Jasindo Latih Petani Indramayu

SWN-PNMPerwakilan petani Indramayu foto bersama di sela-sela kegiatan pelatihan yang digelar Jasindo dan PNM, Kamis (12/7).FOTO:PNM FOR RADAR CIREBON

INDRAMAYU – PNM adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa keuangan yang bertujuan membantu pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi. Selain mengejar profit, PNM juga mempunyai program kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya, melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Salah satunya dalam pemberdayaan UMKM melalui program kemitraan berupa pemberian modal dengan bunga yang ringan dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan secara gratis bagi mitra binaan. Selain menyalurkan program kemitraan secara mandiri, PNM juga bersama-sama BUMN lain bersinergi dalam pemberdayaan UMKM. Salah satunya kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Kamis (12/7), PNM dan Jasindo bersinergi dalam pemberdayaan petani di Indramayu melalui kegiatan pelatihan.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut adalah “Teknik Budidaya Tanaman Padi Premium”, dengan pembicara Sunarto AMd yang merupakan koordinator Penyuluh Pertanian dari BPP Kabupaten Indramayu. Pada kesempatan itu juga diberikan materi mengenai Memahami Proteksi Usaha Tanaman Padi Melalui Asuransi oleh Dani Setiawan dari Jasindo Cabang Cirebon.

Dalam pelaksanaan program tersebut, PNM membantu menyiapkan petani yang akan menjadi calon mitra binaan. Yakni, dengan melakukan analisa kelayakan usaha dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan, agar pembiayaan yang telah disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk usaha dan bisa dikembalikan tepat waktu.

“Melalui seleksi yang ketat, dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan, diharapkan program ini bisa berjalan lancar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata,” kata Cut Ria Dewanti selaku kepala Divisi Jasa Manajemen Kemitraan dan LKMS PNM.

Kerja sama antara PNM dan Jasindo sudah terjalin cukup lama. Oleh karenanya, PNM menyambut baik kerja sama di antara kedua BUMN tersebut. ”PNM akan selalu membuka diri bersinergi dengan seluruh BUMN dan stakeholder lainnya dalam rangka pemberdayaan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM,” jelasnya.

Dipilihnya daerah Indramayu sebagai salah satu sasaran program, didasarkan pada pertimbangan bahwa Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional. Selain mendapatkan dukungan permodalan, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Dadi ini juga diberikan pelatihan secara berkala.

Kepala Biro PKBL Jasindo Reni Rizal mengungkapkan bahwa program-program seperti ini akan terus dilaksanakan oleh Jasindo sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Baik dilakukan Jasindo secara mandiri maupun bersama-sama PNM. “Program kemitraan ini akan terus kami kembangkan, baik segi kualitas maupun jangkauannya. Sehingga lebih banyak pelaku usaha kecil yang merasakan manfaatnya,” kata Reni.

Melalui kerjasama ini, diharapkan program tersebut bisa diimplementasikan dengan baik, sehingga memberi manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat sebagai penerima manfaat. Setiap tahunnya, Jasindo menyisihkan sebagian dari laba untuk membantu kegiatan kemasyarakatan, termasuk membantu pengembangan UMKM melalui program PKBL.

Para petani yang diwakili Wakidi selaku ketua kelompok, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Jasindo dan PNM dalam membantu memajukan usaha mereka. ”Para petani ini juga telah mendapatkan pembiayaan dari Jasindo dengan biaya atau bunga yang sangat murah,” ujarnya. (swn/adv)