Porda Jabar 2018, Cabor Sepak Bola Kota Cirebon Jangan Lengah

Sport
PSITINGIN PENUHI EKSPEKTASI: Tim sepak bola Kota Cirebon saat bertanding melawan Kabupaten Sumedang di babak kualifikasi (BK) Porda Jabar XII/2018 tahun lalu. FOTO: TATANG RUSMANTA-DOKUMEN/RADAR CIREBON

CIREBON – Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018 di Kabupaten Bogor tinggal hitungan hari. Meski secara resmi multievent empat tahunan ini baru akan dibuka 6 Oktober 2018, ada cabang olahraga (cabor) yang mulai bertanding lebih awal. Salah satunya sepak bola.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang dirilis PSSI Jawa Barat, sepak bola mulai dipertandingkan di Porda pada 30 September. Panitia Besar (PB) Porda bakal menggunakan empat venue di babak penyisihan. Yaitu, Stadion Mini Cibinong, Stadion Padjadjaran, Lapangan Sepak Bola Detasemen C Brimob Satuan Pelopor II dan, Stadion Anggraeni.

Di samping itu, PSSI Jawa Barat juga sudah merilis hasil drawing yang belum lama ini dilaksanakan di Sekretariat KONI Jawa Barat, Jln Lodaya, Kota Bandung. Nah, tim sepak bola Kota Cirebon berada di Grup B bersama Pangandaran dan Kota Bekasi.

Di laga perdana, tim besutan pelatih Suryana tersebut bakal menghadapi Kabupaten Pangandaran. Pertandingan akan dilangsungkan di Stadion Padjadjaran, Kota Bogor, 1 Oktober 2018. Lalu, pada 7 Oktober, Kota Cirebon melawan Kota Bekasi.

“Rencananya tanggal 29 September kita sudah berangkat. Dari Cirebon, setelah salat Subuh karena siangnya akan dilaksanakan Technical Meeting (TM) di Bogor,” tutur Asisten Manajer Tim Sepak Bola Kota Cirebon, Abda Sohib.

Kota Cirebon lolos ke babak utama Porda 2018 dengan susah payah. Namun demikian, Sucitno dkk cukup beruntung karena menyandang status juara Grup C pada Babak Kualifikasi (BK) Porda Jabar XIII/2018 yang dihelat di Kuningan, akhir tahun lalu. Ketika itu, anak-anak Kota Udang menaklukkan Sumedang 2-0 di laga terakhir BK.

Dengan status juara grup, tim sepak bola Kota Udang salah satu yang diunggulkan di Porda tahun ini bersama tuan rumah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung dan Kabupaten Ciamis. Namun demikian, Suryana enggan terkecoh dengan status unggulan tersebut.

“Di babak utama Porda, semua tim pasti akan bermain dengan seluruh potensi yang mereka punya. Status unggulan tidak berpengaruh apa-apa. Saya tekankan ke anak-anak supaya tidak lengah. Harus habis-habisan sejak laga pertama,” ujarnya.

Memang, ini momen langka. Kesebelasan Kota Cirebon sudah lama absen di babak utama Porda sejak era 1990-an. Walau demikian, tim Kota Udang punya sejarah manis juga. Yaitu ketika memenangkan medali emas cabang sepak bola pada Porda Jabar III/1980.

Memori manis itu sudah mengendap terlalu lama. Sudah berselang 38 tahun. Suryana pun enggan menjadikannya beban. Apalagi, mematok target mengulang sejarah.

Step by step. Kita akan berusaha bermain maksimal dari pertandingan ke pertandingan. Kita tidak ingin muluk-muluk apalagi memasang target juara,” tuturnya.

Meski demikian, Suryana berharap anak asuhnya mampu melwati hadapangan rival-rivalnya di babak penyisihan grup. Peluang lolos fase grup memang cukup besar. Dari empat grup, akan diambil dua perwakilan (juara dan runner-up) ke babak delapan besar. “Insya Allah bisa, mohon doanya saja,” harap Suryana. (ttr)