Potensi Penerimaan Zakat Mal di Kuningan Rp 179 M Per Tahun tapi Baru 2,7 M

ZAKAT-ILUSTRASI-PixabayIlustrasi. Foto: Pixabay.com

KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengalkulasi potensi zakat mal di Kabupaten Kuningan mencapai Rp 179 miliar. Namun dalam kenyataannya, Baznas baru menerima dana zakat dari masyarakat sekitar Rp 2,7 miliar saja per tahun atau kurang dari 2 persen.

Ketua Baznas Kabupaten Kuningan Encu Sukat mengatakan, perhitungan tersebut berdasarkan hasil penelitian timnya belum lama ini. Jumlah tersebut didapat dari perhitungan zakat profesi kalangan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Kuningan yang mencapai 14.000 orang. Kemudian pegawai perusahaan swasta, petani dan berbagai profesi lainnya ditambah zakat mal. Sehingga didapat angka potensi zakat di Kuningan Rp 179 miliar.

“Dengan perhitungan seluruh PNS membayar zakat profesi sesuai nisabnya yaitu 2,5 persen dari total gajinya, maka sudah bisa dihitung berapa besar jumlahnya selama setahun. Belum jika ditambah para pegawai swasta, petani dan pengusahanya, kita dapat angka di kisaran Rp 179 miliar,” ungkap Encu.

Menurut Encu, potensi besar itu tengah diupayakan bisa tergali minimal bisa 10 persen saja. Oleh karena itu, dia berharap ada partisipasi aktif dari Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk bisa menggerakkan para pegawai negeri sipil untuk dengan kesadarannya menyalurkan zakat profesinya melalui Baznas.

“Baznas ini bisa diibaratkan raksasa tidur, dan untuk bisa membangunkannya adalah tentu rajanya raksasa yaitu Pemerintah Kabupaten Kuningan. Apabila sekitar 10 persen saja PNS yang mau menyetorkan zakat profesinya ke Baznas, insya Allah permasalahan kemiskinan di Kabupaten Kuningan bisa tertangani,” ujar Encu.

Encu menjelaskan, Baznas Kuningan mempunyai sejumlah program penyaluran zakat yang terkumpul untuk para mustahik yang diberi nama Kuduha Cermat yaitu singkatan dari Kuningan Peduli, Kuningan Sehat, Kuningan Cerdas, Kuningan Makmur dan Kuningan Takwa. Dana zakat yang terkumpul, kata Encu, disalurkan dalam bentuk bantuan modal usaha, beasiswa, bantuan pengobatan, honor guru ngaji hingga paket sembako untuk warga miskin.

“Insya Allah apabila semakin besar dana zakat yang terkumpul, maka semakin banyak pula warga miskin yang terbantu. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat Kabupaten Kuningan yang menyadari pentingnya membayar zakat, selain sebagai salah satu wujud ibadah kepada Allah SWT sekaligus untuk menolong masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (fik)