Priben Jeh, Banyak PKL KTP Luar Kota Terdata Masuk ke Selter Jl Cipto Mk

0-OK-okri--shelter-cipto-(4)Area depan Selter PKL Jl Cipto Mangunkusumo yang mendekati penyelesaian.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Selter Pedagang Kaki Lima (PKL) Jl Cipto Mangunkusumo tengah dalam perbaikan. Salah satu yang paling mencolok ialah peninggian atap. Kendati sudah ada pembenahan, namun pedagang masih enggan pindah ke sana. Rupa-rupa alasannya.

Salah seorang pedagang di trotoar Jl Cipto Mk, Bambang (49) keberatan pindah ke Selter Cipto. Menurutnya, konsep lorong dan pedagang yang saling berhadap-hadapan itu dirasanya kurang cocok.

Apalagi Bambang belakangan mempunyai pelanggan dari pinggir jalan seperti ojek online dan, pengemudi angkot. Pindah ke selter, tentu mereka tidak akan mau masuk. “Masih ragu. Saya kan banyaknya dari orang lewat. Kalau ditempatin di dalam kan ya susah jualannya juga,” jelasnya.

Ia juga mengaku berjualan tidak 24 jam. Lepas Maghrib lapaknya tutup. Penyelesaian pembangunan selter juga membuatnya waswas. Pasalnya dalam waktu dekat pastinya bakal ada anjuran pindah. Apalagi dirinya sudah masuk dalam pendataan dari Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM).

Anehnya, Bambang mengaku warga Kabupaten Kuningan. Mestinya ia tidak masuk dalam pendataan. Mengingat selter ini ditujukan untuk program penataan. Yang notabene seharusnya pedagang warga Kota Cirebon.”Kedata ya kedata, tapi kan KTP saya Kuningan. Jadi nggak tau ini gimana nanti,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang kaki lima lainnya Saeni (54). Sehari-hari ia jualan rokok dan kopi. Ia juga keberatan untuk pindah, dengan alasan pembelinya adalah orang lewat. Meski sudah terdata oleh Disdagkop-UKM, Saeni tetap berharap tetap diperbolehkan jualan di lokasi yang digunakan saat ini. “Saya di sini sudah jualan lama. Ini juga mata pencaharian satu-satunya. Kalau dipindah kesana, dijadi satu sama pedagang lainnya ya berat juga,” tuturnya.

Pedagang yang sudah berjualan di Jl Cipto Mk hampir 15 tahun tersebut menginginkan agar selter PKL dibuat tetap di pinggir jalan. Sehingga keberadaan pedagang masih tergapai pelanggannya yang mayoritas dari pinggir jalan. “Rata-rata yang beli dari pinggir jalan, orang lewat, tukang angkot. Kalau dipindah kesana digabung sama yang lain saya agak bingung juga nanti gimana,” tambahnya. (myg)