Proliga 2017, Petro Berhentikan Li Huanning

423
GANTI PELATIH: Gresik Petrokimia tidak memperpanjang kontrak pelatih Li Huanning. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
GANTI PELATIH: Gresik Petrokimia tidak memperpanjang kontrak pelatih Li Huanning. Guslan Gumilang/Jawa Pos

GRESIK – Kegagalan Gresik Petrokimia meraih target melaju ke grand final Proliga 2017 berbuah konsekuensi keras. Manajemen tim langsung membuat keputusan tegas kurang dari sepekan setelah final four berakhir. Mereka memutuskan memecat pelatih kepala Li Huanning.

Pemecatan tersebut dinilai cukup mengejutkan. Sebab, Li -panggilan Li Huanning- tak sampai menghabiskan  kontraknya yang habis pada Juni mendatang. Sisa kontrak selama kurang dari dua bulan pun tak dilanjutkan lagi.

Manajer Gresik Petro, Sasono Handito membenarkan pemecatan itu. Menurutnya, keputusan itu sudah melalui hasil evaluasi tim usai gagal lolos ke grand final Proliga 2017. ”Target kami gagal dicapai, ya mau tidak mau keputusan ini (pemecatan, Red) harus dilakukan,” bebernya.

Li resmi ditunjuk jadi pelatih Gresik Petro sejak 9 Desember 2015. Dua tahun dalam penanganannya, bukannya peningkatan prestasi yang diraih Petro. Pada edisi 2016, dia berhasil membawa Petro finis di peringkat ketiga final four, sedangkan pada 2017 justru turun satu setrip ke posisi keempat.

Sasono mewakili pihak manajemen Petro mengucapkan terima kasih atas dedikasi Li selama melatih timnya. Beberapa bibit muda yang ditemukan Li sangat berguna bagi masa depan Petro. ”Dia sudah memberi banyak ilmu, jadi saya mengapresiasi hal itu,” terangnya.

Nah, menjelang Livoli 2017 yang akan diadakan akhir tahun, Sasono menyebut pihaknya sudah mencari sosok pengganti Li. Rencananya, dia tidak akan memakai jasa pelatih asing lagi untuk timnya. ”Komunikasinya tidak jalan, jadi lokal saja nanti yang bakal jadi pelatih,” jelas pria yang juga pernah memanajeri tim sepak bola Petrokimia Putra Gresik itu.

Seperti diketahui, selama Li menjadi pelatih Petro, banyak masalah yang ditimbulkan karena komunikasi. Li yang tidak bisa berbahasa Inggris atau Indonesia, harus menggunakan jasa penerjemah selama melatih.

Di samping itu, Li juga kerap bertindak arogan terhadap pemain dan stafnya sendiri. Menjelang final four 2017 saja, beredar kabar dia sempat bertengkar dengan kapten tim Bunga Mitha Sari saat latihan. Hasilnya, hubungan pemain dan pelatih tidak berjalan maksimal.

Di satu sisi, Li juga tidak pernah ”peka” menyikapi satu pertandingan. Salah satu sumber menyebut, Li banyak menikmati pertandingan dibanding harus mengubah formasi. Dia juga kerap mempertahankan pemain asing di lapangan walau performanya sedang buruk.

Ini juga yang membuatnya sempat berdebat keras dengan asisten pelatih M. Hanafi saat  final four. Keduanya adu mulut saat Petro sedang berusaha menang melawan Jakarta Elektrik PLN kala itu. ”Request-nya seenak sendiri, tapi kalau melatih nol. Tidak sesuai dengan keinginan para pemain,” ucap salah satu sumber di tim Petro, kemarin.

Untuk sementara, asisten pelatih M Hanafi yang akan memimpin Bunga dkk sebelum resmi mengontrak pelatih baru. Hanafi akan diminta tetap meningkatkan performa timnya agar bisa jadi juara pada Livoli 2017 mendatang. ”Jadi nanti saat ada pelatih baru, tim ini sudah jalan,” sambung Sasono.

Sasono menegaskan, Petro wajib juara di Livoli 2017. Hal tersebut sangat ditekankan kepada pelatih yang nantinya memimpin  Petro. ”Karena jika ingin berprestasi di Proliga, Livoli harus juara. Kami semua sudah rindu juara,” tegasnya. (rid/ady)

BAGIKAN