Proliga sebagai Ajang Seleksi Pelatnas

183
SPIKE: Pemain Gresik Petrokimia Veronica Angeloni (15) melakukan spike keras dalam pertandingan melawan Bandung bank BJB di hari terakhir seri ke 3 di Gor ken Arok Malang yang mereka menangkan 3-0, Minggu (19/03). DARMONO/RADAR MALANG
SPIKE: Pemain Gresik Petrokimia Veronica Angeloni (15) melakukan spike keras dalam pertandingan melawan Bandung bank BJB di hari terakhir seri ke 3 di Gor ken Arok Malang yang mereka menangkan 3-0, Minggu (19/03). DARMONO/RADAR MALANG

BERAKHIRNYA seri ketiga putaran II memberi atmosfer baru bagi olahraga voli Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peta persaingan menuju partai puncak semakin tidak dapat diprediksi. Hal itu diungkapkan oleh Imam Sujarwo, ketua umum PBVSI.

“Pada putaran pertama, Samator (putra) dan Elektrik (putri) mendominasi. Pada putaran kedua, muncul Palembang Bank Sumselbabel (putra) dan Pertamina (putri). Tidak menutup kemungkinan, status juara bertahan bisa saja direbut,” ujarnya.

Melihat geliat talenta muda Indonesia di Proliga, Imam menuturkan bahwa Proliga tahun ini sekaligus menjadi ajang seleksi pemain timnas menuju Asian Games 2019 dan Sea Games 2018. Untuk itu, Imam mengaku telah menyebar tim sebagai talent scout selama pelaksanaan Proliga. “Mereka belum ada yang tahu kalau ada tim penilai yang mencatat performa mereka,” ucapnya.

Rencananya, PP PBVSI juga akan mendatangkan pelatih dari luar negeri untuk membantu tim pelatih timnas voli di pelatnas Sentul. Mereka dijadwalkan masuk Pelatnas pada akhir April hingga Agustus mendatang. “Siapa nama-namanya masih dirahasiakan. Yang jelas, kami melihat track record mereka di Proliga ini,” ujar Imam.

Imam menargetkan, tim voli putra Indonesia dapat menyabet emas di SEA Games. Sedangkan tim putri, dia patok target mendapat medali perak saja. Penentuan target tersebut didasari oleh peta kekuatan Thailand dan Vietnam yang masih sulit untuk dikalahkan oleh timnas.

Untuk lebih mematangkan persiapan jelang SEA Games, PP PBVSI juga akan melakukan serangkaian uji coba baik di dalam maupun di luar negeri. Yang terdekat, pada 2 Juli hingga 9 Juli mendatang, para pemain pelatnas dijadwalkan mengikuti Asian Senior Man Championship di Surabaya. Turnamen tersebut sekaligus diharapkan menambah pengalaman bertanding para pemain sebelum turun ke ajang yang lebih besar. “Saya berharap, siapapun yang terpilih nanti, bisa memberikan penampilan yang terbaik bagi Indonesia,” pungkas Imam. (tif)