Provijest Luka!

Ballon d’OR

LUKA-MODRICSEJARAH BARU: Luka Modric memenangkan penghargaan Ballon d’Or tahun 2018 setelah menyingkirkan sejumlah pemain bintang, kemarin dini hari WIB. FOTO: CHRISTOPHE ENA/AP

PARIS – Desember 2007, Ricardo Kaka dari AC Milan berhasil memenangkan Ballon d’Or. Namun, dirinya tidak pernah tahu momen bersejarah apa yang dibuatnya saat penghargaan tahunan itu dia terima. Tidak hanya berhasil memasukkan namanya dalam daftar peraih trofi Pemain Terbaik Eropa. Eks gelandang Timnas Brasil itu adalah orang terakhir yang memenangkannya, di luar Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Dengan lima Ballon d’Or masing-masing, dominasi penuh kedua pemain selama sepuluh tahun setelah Kaka, dimulai pada tahun 2008 dengan kemenangan winger asal Portugal sebagai pemain Manchester United. Yakni, Cristiano Ronaldo.

Selain Messi dan Ronaldo, tidak ada lagi nama lain yang mampu mencatut “bola emas” dari kedua pemain. Namun, dominasi itu berakhir kemarin dini hari WIB. Luka Modric merebut trofi paling bergengsi di daratan Eropa tersebut dari tangan keduanya, dan dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or.

Seperti halnya Ricardo Kaka, Luka Modric memasuki sejarah baru (provijest) sebagai pesepak bola Kroasia pertama. Juga pesapak bola pertama yang mampu mematahkan dominasi Ronaldo dan Messi.

Gala sendiri dimulai pukul 20.45 waktu setempat atau kemarin dini hari di Grand Palais, Paris. “Luka (Modric) mencapai sesuatu yang mustahil sebelumnya dicapai oleh pesepak bola mana pun di daratan Eropa,” kata Zinedine Zidane, mantan pelatih Real Madrid, sekaligus pernah melatih Modric.

Alasan Modric begitu perkasa adalah berkat penampilannya di Piala Dunia 2018 Rusia. Sebuah momen di mana gelandang Los Blancos itu mampu membuktikan pengaruh kuat, serta keberhasilannya bersama Real.

Seperti diketahui, Modric adalah salah satu pemain yang terlibat dalam menghadirkan gelar Liga Champions bagi Real tiga kali berturut-turut. Sebuah pencapaian yang pantas membuatnya sebagai pemimpin dari sebuah tim legendaris.

Belum lagi keterlibatannya dalam membawa Timnas Kroasia ke final Piala Dunia, meski harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Prancis yang digawangi beberapa pemain besar seperti Antoine Griezmann, Raphael Varane dan Kylian Mbappe.

Setelah Piala Dunia, beberapa penghargaan pun menghampiri pemain bertinggi badan 172 sentimeter itu. Sebut saja pemain terbaik UEFA di Eropa pada bulan Agustus dan FIFA The Best Player dua bulan berselang.

Modric tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana, dia hanya memberikan ucapan selamat kepada rekan satu timnya, Cristiano Ronaldo. Kali ini, suami dari Vanja Bosnic itu menerima gelar Balon d’Or, mengalahkan Ronaldo dan Messi.

Kapten Timnas Kroasia itu mencatatkan namanya dalam sejarah. Dia menerima kehormatan dalam acara yang berlangsung di Paris. Modric kemarin ditemani beberapa nama penting Real, seperti Florentino Perez, Sergio Ramos, Raul dan Roberto Carlos. (ruf/fin)