Proyek Gedung Setda Diperpanjang 50 Hari, Sekda: Awal Maret Rampung

Proyek Gedung Setda Diperpanjang 50 Hari, Sekda: Awal Maret Rampung - Radar Cirebon

CIREBON – Pembangunan gedung sekretariat daerah (setda) terus berlangsung. Pantauan Radar, sejumlah pekerja masih mengerjakan penyelesaian struktur bangunan, Kamis (11/1).

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Asep Dedi MSi mengatakan, gedung setda delapan lantai diharapkan segera rampung. Mengingat keberadaan gedung tersebut digunakan untuk kegiatan operasional perangkat daerah.

“Kita juga sudah rapat untuk penempatan beberapa SKPD di gedung setda nanti. Oleh karena itu diharapkan segera selesai pembangunannya,” ujar Asep, saat ditemui di ruang kerjanya.

Asep menargetkan, pekerjaan gedung setda dapat selesai di akhir Februari. Pasalnya, pelaksana proyek gedung setda sudah diberi tambahan 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan. Berbagai pekerjaan finishing, harus dilakukan secara matang.

Seperti instalasi listrik, pemasangan AC, pemasangan lantai, plafon hingga sekat-sekat yang ada. “Untuk finishing cukup memakan waktu ya, semoga akhir Februari atau paling lambat awal Maret sudah rampung,” pesannya.

Sekda menyampaikan, dari segi pembayaran yang diajukan memang belum sepenuhnya diberikan. Untuk rinciannya, termin pertama yang meliputi DP awal sebesar Rp13 miliar ditambah Rp8 miliar, Kemudian termin kedua dibayar full sebesar Rp21 miliar dan termin ketiga baru dibayar Rp8,6 miliar. “Nanti kita bayarkan sisanya tergantung progres akhir,” katanya.

Mengingat waktu yang tersisa, sekda menyarankan agar pelaksana bisa menambah pekerja. Bila sampai pada batas akhir tambahan waktu pekerjaan belum selesai, Sekda menilai proyek tersebut bisa dilakukan lelang kembali sebelum anggaran perubahan.

“Ini yang harus dikejar, karena tambahan waktu saja pelaksana sudah menanggung denda dan masuk kas daerah. Kalau belum selesai juga, bisa saja lelang ulang sebelum perubahan,” jelasnya.

Opsi lelang ulang ini menjadi indikasi pemkot tak memberi tambahan waktu kerja atau addendum kedua kepada kontraktor. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan Project Manager PT Rivomas Pentasurya, Tajudin belum bisa dihubungi.

Progres terakhir pekerjaan juga belum diketahui karena Manajemen Konstruksi (MK) belum dapat dikonfirmasi. MK dari PT Bina Karya Utama, Herry Mujiono mengaku sedang sakit dan belum dapat memenuhi permintaan wawancara. (mik)

Koran Radar Cirebon

Komentar Pembaca