Psikotes Seleksi Calon Sekda, Taufik Paling Dulu Kelar

Kabupaten Kuningan
Tes-psikotes-calon-sekda-(3)Pejabat eselon IIb yang ikut seleksi JPT ikut psikotes yang digelar asesor independen dari Bandung, Senin (10/9) lalu. FOTO:AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) sekretaris daerah Kabupaten Kuningan terus berjalan. Pihak panitia seleksi sudah menunaikan dua tahapan seleksi yakni tes pembuatan makalah dan psikotes di sebuah bangunan di Hotel Horison.

Lokasi tes sendiri cukup steril dari masyarakat umum, dan mendapat penjagaan dari petugas internal BKPSDM. Tamu yang akan masuk ke lokasi tes diminta oleh petugas keamanan untuk menunggu hingga pelaksanaan tes selesai. Psikotes yang berlangsung Senin (10/9) diikuti oleh tujuh calon sekda.

Dari pantauan Radar Kuningan, psikotes mulai digelar sejak pukul 08.00 WIB. Para peserta sudah berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh peserta diminta masuk ke dalam ruangan oleh dua orang asesor yang bertugas melakukan pengawasan selama berlangsungnya psikotes.

Peserta dibagi dua baris yang masing-masing berisi tiga dan empat meja. Di barisan kiri, duduk paling depan Kepala Bappenda Dr Asep Taufik Rohman MPd MSi disusul Kepala Disdikbud Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi dan paling belakang Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Drs Ucu Suryana.

Kemudian di barisan kanan ada empat peserta. Yang paling depan Dr Ukas Suharfaputra SP MP, Dr Deni Hamdani MSi, lalu HM Ridwan Setiawan SH MH MSi dan terakhir Drs Agus Sadeli MSi. Di sesi pertama, peserta harus menyelesaikan 50 soal psikotes. Tepat sekitar pukul 09.16, Kepala Bappenda Dr Asep Taufik Rohman MPd MSi keluar ruangan.

Alhamdulillah selesai untuk 50 soal pertama. Cukup berat soal psikotes yang diberikan. Tapi bagi saya, enjoy saja. Sebentar lagi saya masuk untuk kembali mengerjakan soal sesi kedua. Kata panitia, pelaksanaan psikotes ini sampai pukul 17.00,” katanya seraya duduk di kursi yang sudah disediakan panitia.

Menurut Opik, panggilan akrab Taufik, dirinya selalu menyelesaikan tes seleksi di peringkat pertama. Ketika pembuatan makalah, dia juga lebih awal berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Begitu juga dengan psikotes yang membutuhkan pemikiran, dia merampungkannya lebih cepat dibanding peserta lainnya. “Kalau disebut etape sih, saya selalu paling duluan. Termasuk psikotes ini. Dalam soal psikotes seleksi JPT ini berbeda dengan psikotes pada umumnya. Karena itu, konsistensi jawaban harus terjaga dari awal mengerjakan sampai akhir, lantaran jawabannya hampir sama. Jadi harus teliti,” ujarnya.

Selang dua menit kemudian, giliran Drs Agus Sadeli MSi yang keluar ruangan, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu rupanya berhasil menjawab seluruh soal psikotes sesi pertama. Agus tak lama berada di luar serta kembali masuk.

Agus hanya mengambil segelas air putih untuk diminumnya guna mengurangi rasa hausnya. Sekitar pukul 09.25, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi terlihat keluar ruangan. Dian langsung menuju toilet sebelum duduk di kursi untuk istirahat. “Tadi mengerjakannya harus teliti. Cukup sulit juga soalnya, tapi insya Allah semuanya beres. Saya istirahat dulu karena di dalam udaranya cukup dingin,” sebut Dian.

Radar Kuningan juga mencatat, Taufik dan Drs Ucu Suryana MSi lebih banyak keluar masuk ruangan. Berkali kali keduanya menuju toilet. Rupanya udara di dalam ruangan yang dingin membuat peserta tes kedinginan. Tiga peserta tes yang tidak pernah keluar ruangan dan memilih bertahan hingga waktu isoma adalah Ukas, Ridwan dan Deni.

Ketiganya bertahan di dalam ruangan kendati udara dari mesin pendingin cukup membuat tubuh menggigil. Ditambah lagi harus mengerjakan soal psikotes yang cukup berat. “Enggak tahan udaranya pak, dingin sekali di dalam. Saya harus bolak balik ke toilet,” jawab Ucu yang lebih dari sekali ke luar ruangan. (ags)