Putin, Mantan Spionase yang Jadi Presiden

Internasional
Vladimir-PutinMANTAN MATA-MATA: Putin diketahui sempat bekejer sebagai mata-mata pada Badan Rahasia Uni Soviet. Foto: AP

DRESDEN- Petinggi militer menjadi presiden merupakan hal yang lumrah saat ini. Apalagi di Indonesia. Namun, bagaimana jika dia hanya seorang bekas spionase alias mata-mata. Mungkin sedikit mengagetkan kita. Seperti nasib Vladimir Putin, Presiden negara adikuasa Rusia ini ternyata seorang perwira KGB dekade 80-an hingga runtuhnya Uni Soviet tahun 1989.

KGB adalah singkatan dari Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti atau badan rahasia Uni Soviet. Bagi penggemar serial James Bond, nama KGB sudah tak asing lagi. Di setiap film besutan Alexander Flemming ini, agen KGB selalu menjadi musuh bebuyutan agen dengan nomor sandi 007 itu.

Dikutip dari BBC, awal Desember lalu, bukti bahwa Putin adalah mantan spionase ditemukan. Dalam sebuah penelitian sejarah di Kota Dresden, Jerman. Sebuah kartu tanda pengenal Stasi dengan latar foto Vladimir Putin terselip diantara berkas rahasia.

Dalam ID card itu, tertulis bahwa Putin adalah spionase perwakilan KGB yang ditempatkan Uni Soviet di kota bekas Jerman Timur. Foto Putin lengkap dengan seragam perwiranya tertempel di bagian depan berkas tersebut. Stasi merupakan polisi rahasia yang dimiliki Jerman Timur memata-matai gerak blok barat di sana.

Sebelumnya, Putin pernah berkata, menjadi perwira KGB di Jerman Timur merupakan hal yang tak mungkin dilupakan. “Saya bangga menjadi bagian Stasi,” katanya.

Di Stasi, putin bekerja sejak tahun 1985. Jelasnya, ia hanya bekerja untuk kepentingan Uni Soviet, bukan untuk memata-matai Jerman Timur. Sebelum runtuh, negara seperti Uni Soviet, Jerman Timur dan negara Eropa Timur lainnya tergabung dalam Pakta Warsawa atau yang biasa kita kenal Blok Timur.

Dalam rilisnya, Badan Catatan Stasi (BStu) menyebutkan Putin hanya bekerja dengan Soviet, tidak ke Jerman Timur. Bukti mementahkan isu bahwa Putin bekerja sebagai agen ganda. “Penelitian saat ini tidak memberikan indikasi bahwa Vladimir Putin bekerja untuk Stasi,” kata pernyataan BStU.

Putin bekerja sebagai agen perwira KGB di Dresden hingga Desember 1989. Di sana, ia menyaksikan para pengunjuk rasa Pro-Demokrasi menduduki markasnya. Dalam kondisi itu, Putin yang fasih berbahasa Jerman mencoba menenangkan pendemo yang berhadapan dengan corong senapan tentara Jerman Timur.

“Putin memperingatkan para pendemo bahwa daerah yang mereka duduki adalah wilayah Soviet,” terang BStu. Pangkat terakhir Putin adalah letnan kolonel. Atas keberaniannya, ia dianugerahi medali perunggu oleh Jerman Timur. Setelah kembali ke Rusia, Putin bangkit menjadi kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) – penerus utama KGB. Ia menjadi presiden Rusia pada tahun 2000.

Meski demikian, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi dingin munculnya kartu Stasi milik Putin yang ditemukan di Dresden. “KGB dan Stasi saling bermitra, jadi wajar saja ada pertukaran identitas,” tandasnya. (fin/tgr)