Qurma sebagai Pengingat Ibadah, Media Tanya Jawab Ustad Ujang dengan Jamaah

Ketua PC GP Ansor Ustad HM Ujang Bustomi bersama tim saat membuat konten untuk aplikasi Qurma. FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON
Ketua PC GP Ansor Ustad HM Ujang Bustomi bersama tim saat membuat konten untuk aplikasi Qurma.FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Belajar dan menimba ilmu tidak melihat usia dan waktu. Kapan saja dan dimana saja. Setiap ada kesempatan maka belajar bisa dilakukan dimanapun. Itulah yang saat ini ditawarkan Aplikasi Qurma yang mencoba lebih mendekatkan kalangan muslim dengan ustad dan kiai yang setiap harinya akan memberikan penyampaian materi dengan berbagai pembahasan.

Lewat aplikasi tersebut, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kemudahan dari mulai adanya fasilitas tanya jawab dengan ustad, muslim chanel, muslim market dan muslim pay. Qurma juga dibekali beberapa fitur unggulan diantaranya mencari masjid terdekat, alquran digital, pengingat salat, penunjuk kiblat dan banyak fitur lain yang mempermudah masyarakat dalam pemenuhunan kebutuhan ibadah.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon HM Ujang Bustomi pun saat ini resmi menjadi kontributor aplikasi Qurma. Pimpinan Padepokan Anti Galau tersebut langsung membuat konten dan siap memberikan sesi tanya jawab dengan para pengguna aplikasi terutama tentang persoalan-persoalan yang sering muncul di masyarakat.

“Mudah-mudahan Qurma bisa menjadi penyeimbang dan penawar dari derasnya dampak negatif dari teknologi dan bisa menajdi benteng bagi umat agar tetap dekat dengan agama, saya di aplikasi ini akan memberikan beberapa materi dan ada sesi tanya jawab terkait persoalan apapun yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan Ujang, ia sudah menginstal dan melihat serta merasakan sendiri kelebihan dari aplikasi Qurma tersebut yang sangat berguna dan bermanfaat bagi kalangan umat muslim terlebih dengan adanya banyak fitur sebagai pengingat ibadah.

“Aplikasi ini juga sebagai pengingat dan media untuk mendekatkan umat serta bisa digunakan untuk sarana dakwah bagi siapapun lewat dunia digital karena saat ini hampir setiap orang mencari informasi dan kebutuhan lainnya di dunia digital,” imbuhnya.

Qurma sendiri pertama kali dirancang pada tahun 2016. Ketika itu kebutuhan akan informasi untuk ibdah semakin tinggi namun akses untuk informasi tersbeut begitu sulitnya didapatkan. Terlebih, untuk kebutuhan informasi dan melakukan kegiatan-kegiatan ibadah sehari-hari.

“Dari tujuan itu kemudian lahirlah Qurma yang kemudian bertransformasi menjadi sesuatu yg lebih besar untuk membangun ekonomi keumatan dan berbagi kebaikan bersama,” jelas Creative Director Qurma Reggy Ade Putra saat ditemui Radar Cirebon.

Reggy berharap, Qurma bisa menjadi teman dan sahabat dalam melaksanakan ibadah dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dan merupakan jawaban atas kebutuhan umat Islam saat ini. (dri)

Berita Terkait