Ragukan Klaim Kontraktor, Sekda Minta Kejelasan Progress Gedung Setda

Pekerja di Lantai 7 Gedung Sekretariat Daerah (Setda), menggunakan radio panggil. Foto: Yuda Sanjaya/Radar Cirebon

CIREBON – Klaim mengenai progress pekerjaan Gedung Sekretariat Daerah (Setda), belum terbukti dalam laporan fisik. Sekretaris Daerah, Drs H Asep Deddi MSi malah meragukan klaim 70 persen dari PT Rivomas Penta Surya.

“Kalau kita menyampaikan 70 persen, itu ukurannya harus jelas. Setiap pekerjaan harus ada penerima hasil pekerjaan. Ini masih simpang siur,” ujar Asep, kepada Radar.

Meski sudah ada ketentuan putus kontrak bila tidak mencapai progress 70 persen Desember ini, Asep justru kian pesimis. Laporan angka-angka yang diterima seolah tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Bahkan dari beberapa kali tinjauan yang dilakukan, progress-nya masih jauh dari sempurna.

“Saya inginnya ada opnam. Ini sebetulnya berapa persen. Dari situ bisa dilihat dan dipercepat. Kalau saya lihat sekilas, untuk nanti sampai 70 persen saja sepertinya nggak bakal sampai,” tuturnya.

Dalam beberapa pengerjaan gedung, Asep mengungkapkan, proses finishing kerap memakan waktu lama. Andai pekerjaan Desember ini 70 persen dan dilakukan addendum, justru akan muncul masalah baru ketika dalam masa perpanjangan waktu ternyata masih belum selesai. “Ini kan nanti masang instalasi listrik, air, AC, lain-lainnya. Sepertinya sangat mustahil bisa rampung,” tandasnya.

Asep mengaku berusaha meminta kejelasan ke Manajemen Konstruksi dari PT Bina Karya Utama, terkait dengan capaian pekerjaan di lapangan. Sebab bila tidak selesai sesuai ketentuan, PT Rivomas Penta Surya akan menerima black list. “Saya kira itu risiko mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Konsultan Manajemen Konstruksi dari PT Bina Karya Utama, Herry Mujiono, belum dapat dikonfirmasi. Begitu juga project manager PT Rivomas Penta Surya. (abd)