Rawan Pangan, Nelayan di Desa Eretan Kulon Disubsidi Singkong

Kuwu Desa Eretan Kulon, Arif Sentosa bersama perangkat desa memimpin pendistribusian bantuan singkong untuk nelayan setempat yang terdampak musim baratan, Rabu (6/12). FOTO:KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU–Ribuan nelayan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, sedang kesulitan ekonomi. Ini gara-gara turunnya pendapatan mereka, menyusul terjadinya cuaca buruk musim baratan. Yakni, musim yang ditandai dengan angin kencang serta gelombang tinggi di Laut Jawa. Kondisi ini membuat nelayan tak berani melaut. Mereka pun terpaksa turun jangkar alias menganggur.

Bersamaan dengan datangnya banjir pasang air laut alias rob, sebagian warga setempat kesulitan beraktivitas. Mengantisipasi ancaman rawan pangan, Pemerintah Desa Eretan Kulon langsung reaktif dengan menggelontorkan bantuan bahan makanan berupa singkong. Menggunakan kendaraan roda tiga, puluhan pamong desa, ketua RT/RW diterjunkan untuk teknis pembagian singkong sampai ke tangan warga terdampak, Rabu (6/12).

“Jumlahnya sebanyak 7 ton, dibagi merata untuk semua keluarga nelayan di 27 RT dan 6 RW,” kata Kuwu Desa Eretan Kulon, Arif Sentosa kepada Radar di sela memimpin pendistribusian singkong.

Dipilihnya singkong, ungkap dia, lantaran salah satu bahan makanan pokok pengganti nasi yang mudah diolah menjadi aneka kuliner. Baik direbus, kukus, goring, maupun dibakar. Tua, muda sampai anak-anak juga menyukai singkong.

Tanaman dengan nama latin Manihot Uttilisima ini juga dikenal sangat kaya akan kandungan karbohidrat di dalamnya. Yakni, karbohidrat yang akan memakan waktu cukup lama untuk bisa terurai. Sehingga, jika mengkonsumsi singkong, bisa mendapatkan rasa kenyang yang lebih lama dan juga akan memiliki cukup tenaga untuk  melakukan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat nelayan di Desa Eretan Kulon pun sudah sangat familiar dengan singkong. Apalagi di musim paceklik seperti sekarang ini. “Harganya pun terjangkau. Melalui dana APBDes, dianggarkan dana Rp20 jutaan untuk membeli tujuh ton singkong ini sekaligus biaya untuk distribusinya,” terang Kuwu Arif.

Bantuan singkong, tambah dia, rutin dilakukan setiap tahun. Terutama saat musim paceklik nelayan selain bantuan lain seperti sembako yang disalurkan oleh KUD Mina Bahari, kalangan pengusaha maupun BUMN dan BUMD yang beroperasi di wilayah Desa Eretan Kulon.

“Kalau lagi musim baratan, perekonomian nelayan kami sedang morat-marit. Mereka banyak yang nganggur sehingga kehilangan penghasilan. Dampaknya, para nelayan kesulitan ekonomi bahkan berpengaruh terhadap ketahanan pangan. Situasi dan kondisi seperti ini yang kita perlu antisipasi lewat bantuan singkong ini,” jelas kuwu yang dikenal ramah dan doyan blusukan ini.

Tokoh nelayan setempat, Pae Ardi mengaku bersyukur dan memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemdes Eretan Kulon yang peduli terhadap nasib warganya. Semenjak dipimpin Kuwu Arif Sentosa, berbagai kebijakannya dinilai pro wong cilik.

“Seperti bantuan singkong ini, bukan dilihat dari bentuk, apalagi nilainya. Tapi kepedulian pihak desa kepada masyarakat nelayan saat ini lagi banyak yang susah karena musim baratan,” tandas dia. (kho)

BAGIKAN