oleh

Riak-riak Gerindra Belum Reda, Dewan Penasihat Anggap SK DPP Cacat

-Kota Cirebon-26 views

CIREBON-Turunnya Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra terkait penunjukkan ketua DPRD dan ketua fraksi, tak menghentikan gejolak di internal partai berlambang burung garuda tersebut.

Pengunduran diri Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Heru Cahyono makin membuat riak kian kencang. Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra, Budi Permadi menilai SK DPP cacat hukum, karena terkesan DPP bekerja tergesa-gesa.

Mantan anggota DPRD tersebut menganggap, DPP tidak melihat aspirasi dari bawah dan penunjukkan tidak melalui fit and proper test. “Tidak ada fit ad proper test tapi tiba tiba DPP menerbitkan SK, harusnya ada fit and proper test,” kata Budi, kepada Radar dalam sesi konferensi pers di Sabandina Coffee, Jumat (30/8).

Budi menyatakan, Partai Gerindra telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).  Dalam Bab II Pasal 6 disebutkan bahwa Gerindra adalah partai rakyat yg berbasis kader . Kemudian Dalam Bab V Pasal 15 Ayat 1 disebutkan, bahwa kader merupakan anggota partai sebagi tenaga inti dan penggerak partai (pengurus partai).

Namun dalam praktiknya, tidak terlihat ada karir politik, apresiasi atau penghargaan terhadap kadernya sendiri yang sudah berjuang mempertahankan kebesaran partai hingga saat ini. “Mereka yang berdarah-darah berjuang, tapi lebih mengutamakan capital. Gerindra melanggar kitab sucinya sendiri,” tegas dia.

Budi mengendus aroma kekuatan modal dalam kepengurusan Partai Gerindra. Mereka yang memiliki uang, bisa dengan mudah menduduki posisi-posisi strategis di partai. Disinggung tentang mundurnya Heru Cahyono dari sekretaris dan anggota Partai Gerindra, Budi menilai hal tersebut hak pribadi. Sehingga tidak perlu dipersoalkan. Hanya saja, pengunduran diri tersebut beraroma ketidakpuasa. “Saya tidak punya hak melarang, mungkin ingin mencari kepuasan di tempat lain,” tandasnya.

Seperti diketahui Sekretaris DPC, Heru Cahyono mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai kader Gerindra, Jumat (29/8).  Pengunduran diri tertuang ke dalam surat yang ditandatangani diatas materai tertanggal 29 Agustus 2019. Dalam surat pengundurran diri tersebut Heru Cahyono merasa sudah tidak cocok lagi dengan Partai Gerindra dan dirinya memilih hengkang.

Kemarin siang Heru menyerahkan surat pengunduran diri langsung ke pengurus DPC Gerindra Kota Cirebon. Heru saat diwawancarai wartawan koran ini mengungkapkan, pengunduran diri bukan dilandasi SK ketua DPRD dan ketua fraksi. “Tidak ada hubungannya, ya karena sudah terlalu lama di Gerindra,” kata Heru.

Heru yang kini menyandang gelar goktor mengaku ingin fokus jadi akademisi. Namun, ia juga sempat menyentil para pengurus di DPC. “Doktor harus bersikap dewasa, di Gerindra tidak ada yang dewasa,” tegasnya.

DPP Partai Gerindra sendiri telah mengeluarkan SK penunjukkan pimpinan DPRD. Untuk jabatan ketua DPRD dipercayakan kepada Affiati AMa dan ketua Fraksi Gerindra kepada Ruri Tri Lesmana. (abd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed