Ridwan Kamil Dinilai Elitis, Tokoh NU Cirebon: Itu Tidak Berdasar

Ridwan Kamil Dinilai Elitis, Tokoh NU Cirebon: Itu Tidak Berdasar - Radar Cirebon

CIREBON – Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) bukan sosok elitis. Kepemipinan politisi yang akrab disapa Kang Emil itu dirasakan warga Kota Bandung.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh NU Cirebon, KH Badruddin Hambali, menyikapi pernyataan Ketua Ansor Kabupaten Cirebon Ustad Ujang Bustomi. Artinya, kata Kiai Badruddin, RK merupakan sosok yang merakyat.

“Orang yang bilang RK elitis itu siapa? Kalau yang ngomong orang Kota Bandung, saya percaya. Tapi kalau yang ngomong orang Cirebon, ngapain? Itu tidak berdasar,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Assalafiah Bode Lor itu.

Badruddin pun menyebutkan, bagi warga NU, Ridwan Kamil merupakan sosok yang sudah familier. Karena RK merupakan cucu dari kiai besar kalangan NU di Bandung yang juga pahlawan nasional.

Begitu juga dengan wakilnya, UU Ruzhanul Ulum. Bupati Tasikmalaya itu merupakan cucu dari kia besar kalangan NU di Tasikmalaya. “Dua-duanya orang NU, anaknya kiai besar. Ansor juga bagian dari NU, anak-anak kita. Jadi gak ada masalah sebenarnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Badruddin, program-program yang diterapkan RK mendapat apresiasi baik dari pemerintah dan masyarakat. Faktanya, Kota Bandung saat dipimpin RK lebih baik dari sebelumnya dan dirasakan masyarakatnya.

“Apalagi soal program, sangat bagus sekali. Pasangan Rindu membuat 9 program. Sangat bagus sekali programnya. Jadi alasan memilih pasangan Rindu rasional. Keduanya pasangan muda, anaknya cucunya kiai besar, dan masing-masing punya pengalaman,” tutur ketua RMI Cirebon itu.

Seperti yang dilansir JPNN.com, GP Ansor Cirebon: Ridwan Kamil Hanya Bagus di Permukaan. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cirebon menilai, gaya merakyat calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di media sangat berbeda dengan kenyataan.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cirebon Ujang Bustomi menjelaskan, kedekatan RK dengan rakyat yang nampak selama ini sifatnya artifisial alias palsu. Faktanya, RK adalah seorang elitis.

“Dia bagus di permukaan aja, di media aja. Dia aslinya elitis, tidak merakyat”, ujar Ujang ketika dihubungi wartawan, Sabtu (9/6). Seorang pemimpin, lanjut Ujang, tidak cukup pamer prestasi di media tetapi tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya terjadi di masyarakat. (hsn)

Komentar Pembaca