RTM Penerima Bantuan Ternak Ayam Tetap Diawasi Kuwu

Setelah melakukan distribusi, Desa Babakan Gebang diminta untuk membuat kelompok agar bisa memonitor perkembangan bantuan ayam di desa setempat. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBONSetelah melakukan distribusi, Desa Babakan Gebang diminta untuk membuat kelompok agar bisa memonitor perkembangan bantuan ayam di desa setempat.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON- Puluhan penerima bantuan bekerja dari Kementerian Pertanian untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Babakan Gebang, Kabupaten Cirebon diminta untuk membuat kelompok. Tujuannya, untuk mempermudah pendampingan dan pengawasan pengelolaan bantuan ternak ayam, pakan dan kandang yang saat ini sudah mulai didistribusikan.

Setelah dibentuk, kelompok tersebut pun nantinya akan diberikan beberapa pemahaman terkait cara beternak yang baik. Dari mulai pemeliharaan dan penyelesaian masalah, hingga ternak-ternak tersebut diharapkan mampu memberikan hasil maksimal.

Kuwu Desa Babakan Gebang  Yeni Setiati kepada Radar Cirebon menuturkan, saat ini dari 75 RTM yang menerima bantuan bekerja tersebut, nantinya akan dibentuk lima kelompok yang masing-masing kelompoknya beranggotakan lima orang.

“Kita bagi perdusun. Dari lima dusun ini kan jumlahnya pas 75. Jadi satu kelompok ada 15 anggota. Nanti ada pendampingan dari penyuluh yang memberikan pemahaman tentang tata cara beternak ayam yang baik dan benar,” ujarnya.

Selain itu, kelompok tersebut juga bertanggung jawab untuk memastikan program yang diluncurkan Kementerian Pertanian tepat sasaran. Sehingga tujuan dari program tersebut sebagai media untuk mengentaskan rumah tangga miskin bisa tercapai.

“Nanti dimonitor terus. Perkembangannya di lapangan seperti apa. Jika ada kendala segera dilaporkan. Ada komunikasi yang dibangun, sehingga masalah seberat apapun bisa terselesaikan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, bantuan bekerja bukan tanpa persoalan. Sejumlah warga yang tidak menerima bantuan tersebut mengeluhkan. Warga curiga jika data yang digunakan dalam program tersebut adalah data lama, sehingga tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang.

“Ada orang yang kategorinya mampu malah dapat. Tapi ada yang tidak mampu malah tidak dapat. Ini datanya pasti data lama. Tapi masih saja dipakai untuk program-program dari pemerintah. Padahal kan dalam program ini ada pendamping, ada penyuluh dan yang pasti dari timnya yang memvalidasi status terakhir penerima,” tutur salah satu warga Desa Japura Bakti yang meminta namanya tidak disebutkan.

Terpisah, ditemui Radar  Cirebon beberapa waktu lalu, Ketua Unit Pelaksana Keuangan dan Kegiatan (UPKK) Desa Japura Bakti, Buang membenarkan jika ada sejumlah penerima bantuan di wilayahnya yang termasuk kategori mampu. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak karena data bantuan tersebut berasal dari pusat, dan pihaknya hanya bertugas untuk menyampaikan bantuan tersebut.

“Memang kondisinya seperti itu. Sepertinya data lama karena ada beberapa yang sudah pindah juga namanya ada di daftar. Untuk hal seperti itu kita siasati. Penerima biasanya kita alihkan kepada yang berhak sesuai kesepakatan dengan pemerintah desa,” ungkapnya. (dri)