Rumah Retak-retak dan Ambles, Pemdes Imbau Warga Mengungsi

519
BIBIR JURANG: Beberapa rumah milik warga Dusun Wantah Desa Sukajadi Kecamatan Lemahsugih terancam terseret pergerakan tanah. Foto:Budhi Haryanto/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Pergerakan tanah yang melanda Dusun Wantah Desa Sukajadi Kecamatan Lemahsugih semakin parah.

Selain merusak puluhan rumah milik warga dan mengancam rumah warga lainnya, juga merusak areal perkebunan warga dan tanah di sekitar tempat pemakaman umum.

Kepala Desa Sukajadi Zaenal Mutaqin menjelaskan, walaupun pergerakan tanah agak lambat namun membuat dinding dan lantai rumah warga retak. Tidak sedikit lantai rumah warga yang ambles.

Curah hujan yang masih tinggi diduga menjadi salah satu penyebabnya. Beberapa pekarangan rumah juga longsor, sehingga beberapa rumah semipermanen berada di bibir tebing.

“Beberapa kuburan ambruk terseret pergerakan tanah, dan sebagian lagi dalam kondisi terancam terseret pergerakan tanah,” ungkapnya.

Saat hujan lebat warga sangat khawatir terjadi pergerakan tanah susulan, yang lebih dahsyat dari pergerakan tanah sebelumnya. Sehingga untuk sementara Pemdes Sukajadi mengimbau seluruh warga menghadapi cuaca ekstrem seperti saat ini. Jika terjadi pergerakan tanah, pemdes meminta warga segera keluar dari rumahnya untuk menyelamatkan diri.

“Kami telah meminta warga yang rumahnya benar-benar terancam agar segera menyelamatkan seluruh harta benda, dan mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang lebih aman. Bencana alam sulit diprediksi, dan bisa dating tiba-tiba,” ujarnya.

Pemerintah Desa Sukajadi memohon perhatian Pemerintah Kabupaten Majalengka, untuk berupaya menanggulangi bencana alam pergerakan tanah yang telah melanda desanya. Hal itu mengingat Pemerintah Desa Sukajadi memiliki keterbatasan menganganinya. (har)