Rute Citros Bakal Lintasi Kota dan Kabupaten, Sudah Ada Payung Hukum

Armada Citros terparkir di halaman Kantor Organda. Dalam waktu dekat, bus pariwisata kap terbuka ini akan dioperasikan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Armada Citros terparkir di halaman Kantor Organda. Dalam waktu dekat, bus pariwisata kap terbuka ini akan dioperasikan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Rute operasional Cirebon Tourism on Bus (Citros) dipastikan menghubungan objek wisata di Kota dan Kabupaten Cirebon. Ini sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur No 1242-Dishub/2018 tentang penetapan tarif dan penetapan rute angkutan wisata.

Ketua DPC Organda Cirebon Karsono menyebutkan, rute Citros juga ada di Pergub 551/2018, karena lintasanya Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Dalam rute itu, destinasi Kabupaten Cirebon yang dilintasi hanya Gunung Jati dan Trusmi.

Citros sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah menyedikan moda transportasi bagi para wisatawan untuk berkeliling ke destinasi wisata. Sehingga bus tersebut tidak berhenti menaikan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. “Titik titiknya sudah di atur, citros ini akan berkeliling memutari tempat pariwisata,” kata Karsono kepada Radar Cirebon.

Dalam pergub sendiri, Citros dikenakan tarif Rp5 ribu per trip atau sekali naik. Secara aturan, pengoperasioan juga sudah memiliki dasar hukum. Sehingga ketika di-launching pada 23 Februari nanti, bisa dioperasikan. Citros sendiri memiliki kapasitas 20 tempat duduk.

Sehingga dengan hanya satu unit citros, masih belum bisa melayani wistawan secara optimal. Karsono berharap hal ini juga mendapat dukungan dari BUMN maupun BUMD, terutama dari bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menambah jumlah armada. “Ini kan swadaya. Pak RK juga membuat Citros ini dari CSR BJB,” ujarnya.

Launching Citros sendiri bakal dihadiri oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Direncankan bakal di gelar di Keraton Kasepuhan bersamaan dengan launching branding pariwisata. Di lain sisi, Karsono juga berharap agar nantinya Citros juga bisa masuk dalam aplikasi Cirebon Wistakon.

Sehingga wisatawan bisa melihat jadwal berada di titik mana melalui aplikasi. Termasuk dirinya memiliki konsep agar Citros dilengkapi GPS. Sehingga keberadaanya bisa terpantau, berapa menit akan sampai di satu halte ke halte lainnya. “Kami juga konsepkan di bus itu ada mini kafe,” ulasnya.

Sementara itu, pihaknya juga bakal bekerja sama dengan LPK untuk memenuhi guide atau pemandu wisata. (jml)