Sadis, Tukang Becak Habisi Nyawa Tetangganya Sendiri

Pelaku Masuk lewat Jendela, Anggota Keluarga Korban Juga Nyaris Jadi Sasaran

Insiden 24 jam
Petugas Unit Identifikasi Satreskrim Polres Cirebon Kota mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKPdi Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBONPetugas Unit Identifikasi Satreskrim Polres Cirebon Kota mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKPdi Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Peristiwa pembunuhan terjadi lagi. Kali ini menimpa Alifah (50). Dia tewas mengenaskan dengan luka bacokan di bagian punggung, kepala dan tangan. Kejadian itu terjadi di rumah korban sendiri di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat malam (11/1) sekitar pukul 22.00.

Pelaku pembunuhan tersebut adalah Saelani (47) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Tanpa ampun Saelani menyerang Alifah. Anggota keluarga korban juga nyaris diamuk pelaku. Beruntung, mereka berhasil lari menyelamatkan diri.

Maemunah (32) anak pertama korban mengatakan pelaku masuk ke rumah mereka setelah berhasil memecahkan kaca jendela menggunakan batu dan meratakannya dengan golok. “Ibu saya lagi lihat TV. Sama saya juga. Cuma waktu itu yang bangun pertama itu ibu karena kaget dengar suara kaca jendela pecah. Begitu melongok sebentar, kaget ternyata pelaku masuk lewat jendela. Saya kenal dengan pelaku karena tetangga depan rumah,” ujarnya.

Maemunah pun menajdi saksi pembunuhan yang terjadi pada ibunya tersebut. Maemunah yang juga nyaris jadi sasaran itu bergegas mengendong dua anaknya ketika melihat pelaku mengamuk sambil menebaskan golok. Maemunah pun berhasil menyelamatkan diri dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Sementara adik bungsunya menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. “Saya lari dan langsung minta tolong. Saya tak lihat pelaku keluar lewat mana. Selain pintu kamar adik saya yang dibacok-bacok, pintu depan juga rusak disabet golok sama pelaku. Ibu saya sudah terkapar di ruang tengah, tapi waktu itu masih hidup,” imbuhnya.

Setelah beraksi, pelaku sendiri sempat duduk-duduk dan mengobrol. Warga lain awalnya tidak menyangka Saelani baru saja menyerang korban. Namun saat itu menurut beberapa warga, Saelani masih menenteng golok saat mengobrol. Begitu warga menyadari jika dia baru saja menyerang korban, warga pun berusaha mengamankan. Saelani empat lolos dan kabur. Tapi dalam pelariannya, dia juga diketahui menyerang seorang warga di Desa Kedungdawa, Kedawung. Pelaku pun akhirnya bisa dibekuk setelah warga dan aparat kepolisian menangkapnya.

Ketua RW 03 Blok Silombang, Desa Tuk, Rustam, mengaku sehari sebelumnya sempat ngobrol dengan pelaku. Saat itu ia tidak melihat gejala apapun atau sikap yang aneh dari pelaku. “Sempat guyon juga, tapi tidak aneh-aneh. Pelaku tinggal sendiri, jarak rumah dengan rumah korban paling 10 meter. Pelaku statusnya duda. Saya juga tidak menyangka,” bebernya.

Terpisah, adik ipar korban, Hasan, menceritakan bahwa luka paling parah yang diderita korban adalah pada bagian kepala belakang. “Tadi saya lihat luka di tangan, tulangnya sudah patah. Lalu jari tangan juga sebagain hilang. Dan luka yang paling parah itu dibagian kepala,” tukasnya.

Hasan pun belum bisa menyimpulkan penyebab pelaku tega menganiaya kakak iparnya. Namun yang ia dengar dulu pernah antara keluarga korban dan pelaku sempat terjadi konflik terkait tanah jalan yang berada di depan rumah.

“Tapi saya juga tidak tahu, apakah itu yang jadi penyebab atau bukan. Sudah lama sekali. Saya yakin pelaku ini waras, karena setiap hari jadi tukang becak. Kakak ipar saya sendiri setiap hari kerjaannya membungkus jajanan pasar untuk dijual di pasar-pasar tradisional,”  ungkap Hasan.

Di lokasi kejadian, tampak hadir Kapolsek Kedawung Kompol Tutu Mulyana dan Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Rynaldi N Sitindjak SH MH. Pada kesempatan itu, Rynaldi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Pelaku dan beberapa barang bukti sudah kita amankan. Untuk korban sendiri tak tertolong dan meninggal di RS Permata,” kata Rynaldi. (dri)