Sampaikan Story Telling kepada Anak-Anak, Begini Kesan Para Relawan

517
CERIA: Relawan membacakan buku cerita pendek penemuan teknologi dan inovasi yang diinisiasi Cirebon Power bekerja sama dengan AAET dan PPI. FOTO: JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON

STORY Telling yang diprakarsai Cirebon Power berhasil menginspirasi para siswa di SDN 1 Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon. Keberhasilan itu setidaknya karena sebagian kontribusi relawan yang kreatif di lapangan.

Kali ini ada lima relawan yang bersemangat menyampaikan story telling kepada anak-anak. Mereka adalah Deviea Ajeng Rohima, Diah Apriani, Endang Widiastuti, Siti Khaerunnisa dan Yulianti Nufus Baroroh. Mereka merupakan mahasiswi dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sudah terseleksi dan mendapatkan pelatihan.

(Baca: Cirebon Power Menginspirasi Anak lewat Kegiatan Story Telling)

“Jujur saja sebelumnya saya nggak mengerti story telling. Tapi setelah belajar ternyata lebih menarik, karena berbeda dengan metode mengajar umumnya. Anak-anak juga cepat menangkap materi dan senang belajar dengan kita,” ucap salah satu relawan, Siti Khaerunnisa, Mahasiswa Semester VI Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Syekh Nurjati.

Story telling membuat pengajar mengeksplorasi benda-benda yang berada di sekitarnya sebagai bahan bercerita. Sebelum terjun ke sekolah, Nisa -sapaan akrabnya- terlebih dahulu harus memahami cerita yang akan disampaikan.

“Cerita-ceritanya lebih mengenai penemuan teknologi dan inovasi. Ini bagus, anak-anak termotivasi menciptakan inovasi baru bagi lingkungan mereka,” tutur perempuan berkacamata itu.

Begitu pula dengan relawan lainnya, Deviea Ajeng Rohima. Dia termotivasi mengikuti program ini lantaran ingin memiliki pengalaman baru.

Dari buku cerita pendek itu, tidak hanya anak-anak yang mendapatkan pengetahuan baru. “Jadi memang dengan buku itu, lebih memberikan pemahaman kepada anak bahwa setiap benda yang berada di sekitar mereka itu, ada orang yang menemukannya,” ucapnya.

Story telling dipercaya sebagai salah satu cara efektif mengembangkan imajinasi anak dalam memahami sesuatu. Itulah kenapa Presiden Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto, yang juga Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bekerja sama dengan ASEAN Academy of Engineering and Technology (AAET) menyusun buku cerita pendek mengenai penemuan teknologi dan inovasi.

Buku itulah yang kemudian dijadikan bahan modul story telling untuk menumbuhkan semangat inovasi dan kreativitas bagi anak-anak sekolah dasar. Bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa, Cirebon Power menunjuk beberapa relawan dari mahasiswa perguruan tinggi. Program itu berjalan di lima sekolah dasar, terutama untuk siswa kelas 4, 5 dan 6. (jamal)