Santuni Yatim, Tanjungsari Peringati 10 Muharram

Peringatan 10 Muharram
Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, bersama yayasan dan ulama menyantuni anak yatim dalam peringatan 10 Muharram, Selasa (10/9). Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Banyak cara umat Islam merayakan Tahun Baru Islam dari tanggal 1 hingga 10 Muharram. Seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Leuwimunding, menggelar kegiatan rutinitas tahunan yang kali ini tepat pada hari Selasa (10/9).

Puluhan anak yatim memadati Yayasan Wakaf Al Badar Ciranca. Mereka diberikan santunan pihak yayasan yang merupakan bagian dari peringatan hari kemenangan umat Islam dengan memberikan sedekah kepada anak yatim.

Sebelum pada acara puncaknya, pihak yayasan menggelar doa bersama untuk keamanan dan ketertiban masyarakat serta terhindar dari segala penyakit.

Kepala Desa Tanjungsari, Uhen Suhenda, menyebutkan, kegiatan pemberian santunan tersebut merupakan rutinitas setiap 10 Muharram. Sebagai bentuk rasa syukur di hari bersejarah umat Islam. Keberadaan anak yatim adalah kewajiban semua pihak yang memiliki rezeki lebih.

“Karena saya yakin bahwa doa dari mereka ini akan memberikan kemudahan kita baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kami berharap bagi masyarakat yang memiliki pendapatan lebih agar mempedulikan mereka,” pesannya.

Dia menambahkan, ada 67 anak yatim yang diberikan santunan hasil kerja sama dengan para donatur, yayasan serta pemerintah desa setempat. Sejak diadakannya kegiatan rutin ini memiliki manfaat baik bagi diri maupun masyarakat dari peningkatan sektor perekonomian hingga keamanan dan keteriban masyarakat kondusif.

Selain kegiatan santunan, beberapa kegiatan keagamaan juga selalu rutin di gelar seperti istighotsah, Maulid Nabi. Penyelenggaraan rutinitas pembagian sedekah ini sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya. Banyak manfaat yang didapat dalam mengadakan kegiatan rutin ini.

“Oleh karena itu, kami (Pemdes) berupaya terus memfasilitasi agar kegiatan ini terus berjalan setiap tahunnya,” katanya.

Uhen berharap kegiatan yang sudah menjadi agenda setiap tahun itu terus diupayakan guna meningkatkan kemitraan para pengusaha setempat. Namun, output yang diharapkan lebih dari itu. Yakni anak yatim yang tergolong orang tidak mampu ditempatkan ke balai pelatihan penempatan kerja yang kemudian diakomodir permodalannya ketika ingin diaplikasikan.

Ke depan akan terus berupaya peningkatan baik kemitraan antara empat pilar di antaranya para pengusaha, pemdes, ulama dan masyarakat. Sehingga dari kuantitas sumber daya bisa bertambah namun dari kualitatifnya tidak menurun dengan semangat sosial yang sudah meningkat ini.

Kegiatan ini juga merupakan satu potensi umat bisa terus ditingkatkan guna kesejahteraan masyarakat. Buah kerja sama empat pilar ini diyakini optimis mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian warga Desa Tanjungsari. (ono)

Berita Terkait