Satpam PG Sindanglaut Tolak Uang Tali Asih, Kenapa?

satpam-(2)Sebanyak 15 Satpam PG Sindanglaut yang kini berstatus outsourcing menuntut pembayaran pesangon melalui mekanisme yang ada. Para buruh menolak dan kemudian mengembalikan uang tali kasih dari pihak managemen. Para satpam pun sepakat untuk menyelesaikan kasus tersebut di PHI.FOTO:ADE DWI SALFIAN FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Tenaga satuan pengaman (Satpam) PG Sindanglaut menolak uang tali asih satu bulan gaji sesuai UMR 2017 yang diberikan direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) II. Para Satpam tetap menuntut pembayaran pesangon penuh dengan menghitung masa kerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Persoalan tali asih dan pesangon sendiri muncul ketika 15 Satpam di PG Sindanglaut yang sudah mengabdi bertahun-tahun, dialihdayakan dari tenaga organik menjadi outsourcing. Otomatis, saat ini 15 satpam tersebut tidak lagi mempunyai ikatan kerja langsung dengan PG, melainkan dengan pihak yayasan penyedia jasa tenaga keamanan.

“Sudah dari awal sejak kita tiba-tiba dialihdayakan, kita menerima keputusan itu, meskipun berat karena memang aturannya seperti itu. Namun jangan sampai kita yang sudah legawa menjadi tenaga outsourcing kemudian diperlakukan secara tidak adil dengan mengganti kewajiban perusahaan kepada kami, di mana seharusnya kita terima pesangon malah diganti dengan tali asih,” ujar Koordinator Satpam PG Sindanglaut Dwi Ade Salfian saat ditemui Radar Cirebon.

Diceritakan Dwi, uang tali asih tersebut tiba-tiba diberikan oleh pihak direksi melalui transfer ke setiap rekening milik 15 satpam sebesar Rp1,7 juta. Selain itu, sebelumnya juga tidak pernah ada komunikasi dengan para satpam. “Ini tanpa sepengetahuan kami awalnya. Tiba-tiba ada uang masuk di rekening, kita juga awalnya kaget. Namun setelah komunikasi dengan yang lain, akhirnya disepakati kita kembalikan uang transferan dari direksi tersebut,” imbuhnya. (dri)