Seblak Hello Kitty Penggugah Selera Wong Dermayu

kuliner-seblak-(4)Seblak dengan inovasi varian isian ceker dan telor puyuh menggugah selera kuliner warga Indramayu.Foto: Syahroni/Radar Indramayu

BERBICARA kuliner memang tak ada habisnya. Berbagai usaha jajanan kuliner terus berkembang pesat, bahkan dapat menjadi peluang usaha yang cukup dan sangat menjanjikan, jika mampu melihat peluang yang ada. Seperti seblak yang beberapa tahun terakhir meramaikan kuliner di Indramayu. Memang sudah tak asing lagi, namun berbagai inovasi varian menu dan nama yang dipakai sebagai tempat makan ikut memengaruhi para konsumen.

Seperti usaha kuliner seblak milik Warsan yang bertempat di Jalan Raya Mayor Dasuki Jatibarang. Dia mencetuskan nama tempat berdagangnya dengan naman San Hai Seblak Hello Kitty. Nama itu tak terlepas dari sasaran konsumennya yang selama ini lebih banyak digandrungi kalangan remaja.

Ada beberapa varian menu yang ditawarkan Seblak Hello Kitty. Di antaranya rasa original, seblak jamur, seblak puyuh, seblak sosis, seblak sosis plus puyuh, seblak baso, seblak sosis pulus puyuh plus baso, seblak cekar, dan seblak special. Tentunya dengan harga yang berbeda-beda sesuai varian isian seblak.

Namun ada yang berbeda dengan Seblak Hello Kitty, yang menyusun konsep bukan hanya varian isiannya. Tapi juga rasa pedas yang ditawarkan sesuai lidah Wong Dermayu. Sesuai dengan cuacanya yang panas, warga Indramayu lebih suka olahan kuliner yang serba pedas.

Warsan mengatakan, warung seblaknya yang diberi nama San Hai Seblak Hello Kitty tercetus begitu saja sejak awal berdiri pada 2014 lalu. Namun, berkat nama yang cukup dikenal masyarakat, teruatam kalangan remaja ditambah varian isian dan rasa pedas khas Wong Dermayu (Indramayu), membuat seblak ini selalu ramai konsumen.

Dalam sehari, Warsan mampu melayani lebih dari 50 porsi seblak berbagai varian isian. Soal harga, Warsan membaderol mulai dari Rp 8.000 sampai Rp 15.000 per porsinya. Sesuai namanya, San Hai Seblak Hello Kitty semua ornamen di dalam warung serba dihiasai gambar tokoh animasi Hello Kitty. Mulai cat tembok yang berwarna merah muda dan gambar Hello Kitty terpasang di tembk serta kursi. Penutup galon pun memakai karakter Hello Kitty.

“Idenya tercetus gitu aja. San Hai itu nama anak dan Hello Kitty nama karekter kesukaan anak. Jadi ya secara spontan saja beri naman San Hai Seblak Hello Kitty. Tapi berkat nama itu pengunjung lebih mengenal nama Hello Kitty,” tuturnya.

Warsan mengaku, dalam bumbu dan racikan sama saja dengan seblak-seblak lainnya. Yang berbeda pada varian isian dan rasa pedas yang ditawarkan. Mulai dari sedang, pedas, eksta pedas, sampai ektra-ekstra pedas, sesuai pesanan konsumen. Tapi mulai dari pedas sampai ektra-ektra pedas harganya tetap sama. “Iya, Wong Dermayu lebih suka masakan yang pedas. Karena hidup di daerah yang panas pasti lebih suka pedas,” ujarnya.

Sementara, Nuraeni (30) konsumen mengaku tertarik untuk membeli Seblak Hello Kitty. Dirinya tertarik dengan varian isian yang berbeda dengan yang lainnya. Selain itu, menurutnya, pilihan rasa yang berbeda dari segi bumbu, membuat Seblak Hello Kitty sangat pas di lidah orang Indramayu. “Ini kuliner yang sangat menarik. Seblak ini namanya sama tapi penjual mampu berinovasi dalam isian. Zaman sekarang pembeli memilih makanan bukan hanya enak saja, tapi memiliki variasi yang tak membuat pembeli bosan,” katanya. (oni)