Selamat! 92 Siswa SMK Pertiwi Dapat Beasiswa dari Yayasan

BEASISWAPerwakilan orang tua siswa kurang mampu dan yatim, foto bersama Ketua Yayasan Abdhi Pertiwi Kuningan H Tjetje Priatna dan Kepala SMK Pertiwi Dea Ariana Vamitrianto.FOTO:MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN–Sebanyak 92 siswa dan siswi SMK Pertiwi Kuningan berkategori kurang mampu, yatim, yatim piatu dan berprestasi, mendapatkan perhatian serius dari Yayasan Abdhi Pertiwi Kuningan. Mereka diberikan kadeudeuh berupa beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan.

Beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Abdhi Pertiwi Kuningan Drs H Tjetje Priatna BAE MSi kepada perwakilan orang tua siswa. Acara penyerahan beasiswa Yayasan ini dihadiri para orang tua siswa penerima beasiswa di kampus SMK Pertiwi Kuningan, Jalan Siliwangi No 26A Kasturi, Jumat pagi lalu (12/10).

Ikut mendampingi Ketua Yayasan, Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto SE MSi, dan Wakasek Bidang Kesiswaan Totoh Miftahudin SPd. Acara berlangsung haru lantaran banyak pesan motivasi baik yang disampaikan Ketua Yayasan maupun Kepala SMK Pertiwi Kuningan kepada para orang tua siswa. Adapun jumlah beasiswa yang diberikan kepada tiap siswa itu bervariatif dengan rata-rata Rp1 juta persiswa.

Selaku Kepala SMK Pertiwi, Dea Ariana Vamitrianto SE MSi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih para orang tua siswa penerima beasiswa yang telah datang ke sekolah. Hal itu menunjukkan adanya jalinan kerjasama yang erat antara sekolah, Yayasan dan orang tua siswa.

“Presiden Jokowi melalui Kepresnya telah menginstruksikan agar siswa SMK diupgrade terus. Ketua Yayasan ini pendiri SMK Pertiwi tahun 1973, yang dulu kampusnya di SMP 7. Beliau dulu juga jadi guru, sehingga sangat peduli terhadap pendidikan. Alhamdulillah beliau masih sehat, mohon doanya saja dari semua,” harap Dea.

Bentuk kepedulian Ketua Yayasan Abdhi Pertiwi Kuningan Drs H Tjetje Priatna BAE MSi, lanjut Dea, salah satunya setiap tahun ada pemberian beasiswa untuk siswa yatim, yatim piatu dan berprestasi dengan total hampir Rp100 juta. Dea berharap bagi yang yatim jangan sampai putus sekolah, dan harus terus dimotivasi untuk melanjutkan pendidikan.

“InsyaAllah, Allah memberikan rizki. Optimis terus dan Insya Allah lulus dari SMK Pertiwi harus kerja di perusahaan besar. Industri itu membutuhkan karyawan yang sopan dan disiplin. Tolong perhatikan sikap anak, jaga kesehatannya. Tolong juga mulai dari sekarang supaya dengan pola pendidikan modern siswa dibimbing dengan baik. Saya tidak ingin siswa yang dapat beasiswa putus sekolah,” harapnya lagi.

Dikatakan Dea, beasiswa tersebut akan diberikan untuk membantu biaya sekolah, sehingga tidak diberikan langsung berupa uang kepada orang tua. Untuk buktinya, para orang tua penerima beasiswa ini diberikan kartu beasiswa sehingga tidak ada hambatan proses di sekolah.

“Mudah-mudahan dengan adanya beasiswa ini menambah semangat belajar putra putri ibu bapak. Kalau ada masalah biaya sekolah, tolong jangan membuat semangat anak terpengaruhi. Datang saja ke sekolah, curhat ke kami. Jangan curhat ke anak, jujur saja ke sekolah. Program pemerintah, sekolah, dan Yayasan, angka pendidikan itu minimal 12 tahun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Abdi Pertiwi Kuningan, Drs H Tjetje Priatna BAE MSi, mengatakan dirinya sengaja menyisihkan rizki untuk ikut membantu siswa-siswi SMK Pertiwi di bawah naungannya dalam pembiayaan. Beasiswa tersebut sebagai tanda perhatiannya kepada para siswa yatim dan kurang mampu serta berprestasi sebagai amal ibadah untuk bekalnya nanti di akhirat.

“Ini sebagai kanyaah (rasa sayang, red) saya kepada anak-anak. Bagi yang berprestasi, mereka telah membawa nama harum sekolah di tingkat nasional. Ada lulusan SMK Pertiwi yang dapat beasiswa kuliah di Hongkong. Kan bangga, anak pertiwi sekolah, digaji disana, bangga. Makanya anak-anak kita harus pintar-pintar, lulusnya dengan nilai yang bagus,” harap Tjetje.

Dengan diberikannya beasiswa itu, ia berharap orang tua akan semakin semangat menyemangati anak-anaknya sekolah, terlebih SMK Pertiwi Kuningan hingga saat ini sudah kerjasama deng 50 lebih perusahaan industry ternama di Indonesia maupun luar negeri. Ia pun berpesan agar para orang tua dapat mendidik anak-anaknya dengan baik, serta berhati-hati dan dapat menjaganya saat di rumah.

“Sing nyaah ka budak (sayangi anak, red). Saya kasihan kadang melihat ada orang tuanya cerai, itu anak diasuh oleh kakek dan neneknya. Saya pesan jangan sampai menelantarkan anak, kalau ada paketrok (masalah, red) di rumah tangga mah ada saja. Kita saling doakan, saling didik, kita didik bersama semoga anak-anak jadi anak yang shaleh, pintar dan berprestasi,” pesan Tjetje yang merupakan salah satu tokoh pendidikan senior di Kuningan itu. (muh)