Selamat, Kabupaten Cirebon Raih Predikat Tertib Ukur 2018 dari Menteri Perdagangan

Penjabat Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc (kanan) menerima penghargaan predikat Daerah Tertib Ukur Tahun 2018 yang diserahkan oleh Menteri Perdagangan RI Drs Enggartiasto Lukita di Bandung, Kamis (6/12). FOTO:HUMAS PEMKAB CIREBON FOR RADAR CIREBONPenjabat Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc (kanan) menerima penghargaan predikat Daerah Tertib Ukur Tahun 2018 yang diserahkan oleh Menteri Perdagangan RI Drs Enggartiasto Lukita di Bandung, Kamis (6/12).FOTO:HUMAS PEMKAB CIREBON FOR RADAR CIREBON

CIREBON–Di penghujung tahun 2018 ini, Kabupaten Cirebon meraih predikat Daerah Tertib Ukur Tahun 2018. Predikat dan penghargaan daerah tertib ukur tersebut, diberikan langsung Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita kepada Penjabat Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc di Bandung, Kamis (6/12).

Penjabat Bupati Cirebon Dicky Saromi mengatakan, penetapan Kabupaten Cirebon sebagai Daerah Tertib Ukur, akan membuat zona industri dan perdagangan di Kabupaten Cirebon akan semakin pesat dan dipercaya publik. Ini dapat berimbas pada meningkatkannya daya saing industri dan perdagangan, khususnya bagi para pelaku UKM.

Dicky mengungkapkan, Penghargaan Daerah Tertib Ukur dengan predikat sangat memuaskan itu, setelah melewati sejumlah persyaratan yang diajukan Direktorat Metrologi Kemendag. “Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon bisa memenuhi persyaratan. Salah satunya adalah tera ulang dan pendataan tera,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI mengatakan, investor luar negeri akan datang pada negara atau daerah yang bisa dipercaya dan jujur  dalam timbangan. Kejujuran dalam kualitas dan jujur dalam ukuran. “Dengan lebih banyaknya daerah yang menyandang predikat DTU, maka memperkuat citra negara,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Deni Agustin mengatakan, Kabupaten Cirebon masuk dalam kota dan kabupaten yang tertib ukur. Sedangkan se-Indonesia Kabupaten dan Kota yang termasuk daerah tertib ukur hanya 8 persen dari jumlah total kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.

Dengan ditetapkannya Kabupaten Cirebon sebagai daerah tertib ukur, akan memiliki berbagai keuntungan. Yakni semakin dipercaya secara nasional, perdagangan di Kabupaten Cirebon perdagangan yang jujur dan dipercaya. “Tentu akan semakin memajukan perdagangan di Kabupaten Cirebon. Investor juga akan semakin mempercayai Kabupaten Cirebon sebagai daerah investasi yang aman dan jujur,” pungkasnya. (den/rls)