oleh

Selamat! SMAK BPK Penabur Cirebon Juara Pertama Honda DBL

-Headline, Sport-101 views

BANDUNG-SMAK BPK Penabur Cirebon kembali mengulangi sejarah tahun 2016 di Honda Develomentall Basketball League (DBL). Sekolah yang berlokasi di Jl Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon itu akhirnya kembali membawa pulang gelar juara pertama kelompok putri pada Honda DBL West Java Series 2019. Melawan SMA ST Aloysius SA asal Kota Bandung, pasukan Fanny Agus Cahyono menang telak 77-45 di GOR Pajajaran Bandung di Final Party, kemarin (6/9).

Kemenangan SMA BPK Penabur Cirebon adalah kesuksesan membayar kesalahan tahun lalu di West Java Series. Dominasi Penabur Cirebon terlihat jelas pada pertandingan ini. Hal itu yang membuat Aloysius sulit mengembangkan permainannya.

Penabur Cirebon langsung tampil menekan sejak mereka mendapat penguasaan bola pertama. Dua kali serangan langsung membuahkan 4 poin bagi Penabur Cirebon. Sejak saat itu Aloysius makin tertekan. Aloysius makin kebingungan dalam melakukan serangan karena terhadang kerasnya pertahanan yang digawangi oleh Maura Agita. Namun, Aloysius dapat mencuri 9 poin. Sehingga, kuarter pertama pun ditutup untuk keunggulan Penabur Cirebon dengan skor 23-9.

Permainan Penabur Cirebon sedikit mengendur saat masuk ke kuarter dua. Mereka terlihat lebih memainkan tempo dan menunggu para pemain Aloysius untuk keluar dari area pertahanan. Penabur Cirebon menjaga margin keunggulan mereka menjadi 24 poin.

Kedua tim bermain terbuka memasuki kuarter tiga. Poin demi poin berhasil dicetak oleh Aloysius maupun Penabur Cirebon. Aloysius coba mengganti permainannya di kuarter tiga ini. Mereka yang awalnya sempat bermain menusuk, tapi selalu digagalkan oleh pertahanan Penabur Cirebon. Kini Aloysius coba bermain shoting untuk menambah poin mereka.

Aloysius tetap kesulitan membongkar twin tower milik Penabur Cirebon, yakni Maura Agita dan Margaret Rachel. Mereka sukses membuat serangan Aloysius mati kutu. Skor 56-31 menutup kuarter tiga.

Meski di atas angin, Penabur Cirebon masih saja tak mau berhenti menambah pundi-pundi poin mereka. Tasya Melycia sebagai motor serangan terus memperlihatkan penampilan apik di kala dia membangun serangan dan melihat celah pada pertahanan Aloysius.

Di sisi lain, Aloysius yang tertinggal dengan margin 25 poin menjadi sangat tertekan. Mereka benar-benar dibuat kesulitan oleh twin tower pertahanan milik Penabur Cirebon. Hingga akhirnya tambahan 21 poin dari Penabur Cirebon memaksa Aloysius harus rela menerima posisi runner-up pada Honda DBL West Java 2019.

Penampilan impresif dari twin tower membuat BPK Penabur Cirebon berhasil membayar kegagalannya di musim lalu. Kedua pemain ini bahkan terlihat kuat di sepanjang kuarter dengan torehan total 15 rebounds, 8 blocks, dan 2 steals.

Coach Fany sangat bersyukur timnya bisa menang dan bisa meraih champion. Dia juga senang melihat tim besutannya bisa menampilkan performa terbaik di partai puncak kemarin. “Anak-anak termotivasi karena tahun lalu mereka hanya puas jadi runner-up. Dan untuk pertandingan final ini, mereka berhasil menunjukkan yang terbaik. Semua pemain sudah berjuang dengan maksimal, terima kasih semuanya,” ujar Coach Fany.

Kekalahan tersebut merupakan tamparan serius bagi SMA ST Aloysius. Sebab, mereka bermain di rumah sendiri, yakni GOR Pajajaran. Di kelompok putra, SMA Regina Pacis Bogor berhasil menekuk SMAN 2 Bandung di Final Party West Java Series 2019. Mereka menang 76-70. (mid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed