Seleksi Terbuka, Calon Sekda Kuningan Jalani Psikotes

ILUSTRASI-SEKDAILUSTRASI-SEKDA

KUNINGAN – Usai menuntaskan pembuatan makalah, tujuh peserta seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) sekretaries daerah (sekda) Kabupaten Kuningan kembali menjalani tes. Pihak panitia seleksi melaksanaan tes lanjutan yakni uji kompetensi atau psikotes di Hotel Horison, Senin (10/9).

Khusus untuk psikotes, tim pansel menunjuk tim asesor untuk melaksanakannya. Sama seperti tes hari pertama, lokasi pelaksanaan tetap steril dan mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan internal BKPSDM Kabupaten Kuningan.

Plh Kepala BKPSDM Rudi Setiawan membenarkan jika seleksi JPT sudah memasuki tahap kedua yakni uji kompetensi termasuk di dalamnya psikotes. Para peserta juga sudah mengantongi jadwal seleksi hingga tahapan terakhir yaitu wawancara.

“Para peserta menjalani psikotes yang dilaksanakan tim asesor dengan pengawasan dari tim pansel JPT. Kami menjamin tim asesor open bidding ini independen dan mereka memang bekerja di bidangnya, sehingga hasilnya juga bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Rudi yang juga menjabat Sekretaris BKPSDM Kabupaten Kuningan kepada Radar Kuningan. 

Sejauh ini, kata Rudi, pelaksanaan seleksi berlangsung lancar. Para peserta menjalankan tugasnya sesuai yang sudah direncanakan.

Dalam seleksi hari pertama, seluruh peserta mengikuti tes uji pembuatan makalah yang diawasi ketua tim pansel, Ahmad Solihin. Sedangkan untuk tes lanjutan juga mendapat pengawasan dari tim pansel, meski pelaksana di lapangan adalah tim asesor yang ditunjuk.

“Tak ada halangan dalam pelaksanaan seleksi JPT, seluruh peserta ambil bagian. Lokasi tes seleksi juga benar-benar steril termasuk tidak dibolehkannya peserta membawa barang elektronik ke dalam ruang tes,” ujarnya.

Menurut dia, sama seperti tes pertama, tes kedua juga tidak ada diskualifikasi. Artinya, seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian tahapan tes seleksi hingga tahapan akhir. Kemudian hasil tes seluruh peserta seleksi dinilai tim pansel.

“Perlu saya tegaskan, kalau tes seleksi tidak ada peserta yang didiskualifikasi, semuanya ikut sampai tahap akhir yakni wawancara. Selanjutnya hasil tes akan dinilai tim pansel untuk menentukan posisi tiga besar. Jadi, hasil dari seluruh tes yang diikuti peserta yang dinilai. Lalu nama di tiga besar inilah yang akan diajukan ke bupati oleh tim pansel nantinya. Siapa yang akan dipilih dari tiga nama, itu kewenangannya ada di bupati,” jelas Rudi.

Terpisah, salah seorang peserta seleksi, Ukas Suharfaputra mengaku mendapat banyak pelajaran dari keikutsertaannya di open bidding tingkat provinsi. Hal itu pula yang mendasari dirinya kembali ikut maju di seleksi terbuka pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah Kabupaten Kuningan.

“Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki, sehingga ikut mendaftar. Jadi, saya siap tempur dan bersaing dengan teman-teman lainnya. Dalam open bidding ini, setiap peserta akan berjuang dengan kemampuan yang dimilikinya tanpa bantuan orang lain. Nah ini sangat fair dan sangat bagus untuk pejabat itu sendiri,” tegas Ukas yang kini menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan.

Hal senada diungkapkan Asep Taufik Rohman, kepala Bappenda. Dirinya menyatakan bahwa sama sekali tidak ambisius untuk menduduki kursi sekda. Dia hanya berusaha, ikhtiar dan berdoa sedangkan yang menentukan adalah Allah SWT. Sehingga dirinya memilih untuk melakukan istikharah selama beberapa malam, sebelum mengambil keputusan yang tepat. (ags)