Setelah Bekasi dan Cirebon, Kini Bupati Cianjur Terjaring OTT KPK

Jawa Barat
juru-bicara-kpk-febri-diansyahJuru bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: dok. radarcirebon.com

KEPALA daerah di Jawa Barat kembali menjadi target operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini OTT KPK menjaring Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, (KPK), Rabu (12/12).

Penangkapan KPK terhadap Irvan diduga terkait transaksi suap. “Iya, ada bupati dan sejumlah pejabat di Cianjur,” ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, seperti dilansir detikcom.

Baca:

Bupati Cirebon, Kepala Daerah Ke-100 Kena KPK

Kasus OTT Sunjaya, Penyidik KPK Periksa Lagi Sekretaris Dinas, Kabid, hingga Camat

OTT Sunjaya, KPK Periksa Bos PT KJM

Empat Pegawai Bank Dipanggil KPK untuk Usut Gratifikasi Bupati Cirebon

Terungkap Sandi Praktik Jual Beli Jabatan Bupati Cirebon: Uang Bangku dan Uang SPP

Selain Irvan, hingga saat ini KPK belum menyebut nama lain yang ditangkap maupun latar belakang OTT tersebut. “Nanti diinfokan lagi, ya,” imbuh Febri.

Untuk diketahui, yang terjaring OTT KPK saat ini masih berstatus terperiksa. Penetapan status hukum terperiksa, KPK memiliki waktu hingga waktu 1×24 jam sejak penangkapan.

Seperti diketahui, sekitar dua bulan yang lalu (25/10), KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra. Sunjaya diduga terjerat kasus jual beli jabatan.

Sebelum Sunjaya, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, juga terjaring OTT KPK, Senin (15/10). Neneng tersandung suap proyek Meikarta. (hsn/dtk)