Setelah Dimarahi Sang Ibu, Remaja Nekat Bunuh Diri Lompat dari Flyover

Seorang remaja yang masih sekolah di SMP Negeri di Kota Cirebon nekat hendak bunuh diri di Flyover tol Talun. Foto: Cecep/radarcirebon.com

CIREBON – Tidak sanggup menghadapi tekanan dari guru dan orang tuanya, siswa kelas 3 sebuah SMP negeri di Kota Cirebon berinisial ANA (15) nekat terjun dari flyover jembatan tol, Blok Sijopak Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (12/1) sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Talun, Iptu Muhyidin, percobaan bunuh diri itu berawal dari korban ANA sering kedapatan berboncengan dengan pacarnya, DMS warga Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon.

“Korban sering terlihat berboncengan dengan laki-laki, sehingga wali kelasnya menegur korban agar tidak pacaran dulu. Tetapi setelah mendapat teguran, korban tidak masuk sekolah,” kata Wahyudi.

Karena tidak berangkat sekolah, salahsatu teman korban menjenguk dan mengkonfirmasikan ke ibu korban, bahwa korban terancam akan dikeluarkan dari sekolahnya.

Polisi mengevakuasi remaja yang mencoba bunuh diri di flyover ke RSUD Gunung Jati. Foto: Cecep/radarcirebon

Setelah mendengar dari teman korban, ibu korban pun memarahi korban. Tidak kuat menerima tekanan dari ibunya, lanjut Wahyudi, ANA lari ke jembatan tol lalu naik dari pagar jembatan, dan merambat ke tengah jembatan flyover tol.

“Saat kejadian itu ada kakak korban yang mengejar dan membujuk agar tidak melakukan perbuatan bunuh diri. Warga ramai menadah di bawah, namun tidak lama korban menjatuhkan diri. Meskipun warga berusaha menangkap tetapi korban tetap mengalami luka cukup serius,” katanya.

Beruntung, akibat dari peristiwa tersebut korban selamat dari kematian dan mengalami luka berat. Korban langsung di bawa ke RSUD Gunungjati untuk menjalani perawatan medis.

“Saat diperiksa korban mengalami luka robek di dahi 6 jahitan, robek pada bibir atas 4 jahitan, luka lebam pada leher, dan luka lebam pada punggung,” ungkapnya. (cecep)