Setelah Surabaya, Kejar 5 Rute Domestik dari BIJB

Halo Bandara
bandara-kertajati-(75)

MAJALENGKA – Citilink dari Surabaya mendarat mulus pagi kemarin di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Itu merupakan penerbangan dan pendaratan perdana pesawat komersial.

Penerbangan Surabaya-Kertajati dengan nomor QG 9820 dari Bandara Juanda lepas landas pukul 05.00 dan tiba di BIJB Kertajati pukul 06.15 WIB. Rute sebaliknya Kertajati-Surabaya dengan nomor penerbangan GQ 9821 pukul 07.25 dan tiba di Surabaya pukul 08.55.

Pendaratan perdana komersial pagi kemarin diisi sekitar 130 penumpang. Mereka tiba disambut pengalungan bunga oleh pihak PT BIJB, PT Angkasa Pura II, dan Citilink Indonesia.

Direktur utama Citilink Julianda Nurtjahjo menyatakan pelayanan penerbangan perdana ini merupakan bagian dari penerbangan extra flight dalam mengakomodasi penumpang yang hendak melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Dalam menyambut musim liburan Idul Fitri 2018, Citilink Indonesia mempersiapkan 392 extra flight dengan kapasitas 70.560 penumpang ke berbagai tujuan di 12 rute di Indonesia. Khusus untuk rute Kertajati waktu penerbangan dari maskapai anak perusahaan Garuda Indonesia ini nantinya akan berlaku secara reguler. Itu karena Citilink akan mulai melakukan penerbangan setiap harinya dengan jam keberangkatan dan kedatangan yang sama.

Menurutnya, kehadiran Citilink Indonesia di Bandara Kertajati yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi ini dimaksudkan untuk memberikan pilihan destinasi. Ini juga untuk mempermudah akses transportasi udara bagi para penumpang yang tinggal di Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian barat.

“Kami melihat prospek pertumbuhan penumpang dari dan menuju BIJB Kertajati sangat positif. Sehingga memungkinkan untuk melakukan penerbangan reguler,” tambahnya.

Dengan penerbangan dari dan menuju Kertajati, Citilink Indonesia juga berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi setempat. Mengingat pemerintah juga mengharapkan kehadiran BIJB dapat menjadi titik pertumbuhan ekonomi yang segera memicu sentra-sentra ekonomi di daerah sekitarnya.

Sementara Direktur PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Virda Dimas Ekaputra menyambut baik Citilink Indonesia yang bisa menjadi maskapai pertama dengan membuka rute menuju bandara berkode KJT ini. Sejak diresmikan 24 Mei 2018, sejumlah maskapai sudah menyampaikan ketertarikannya untuk bisa melayani penerbangan dari Kertajati

Namun baru Citilink yang menunjukkan keseriusan dengan melakukan penerbangan perdananya. “Citilink ini adalah airlines pertama yang membuka rute Surabaya ke Kertajati dan juga sebaliknya. Ini adalah hari bersejarah juga. Karena akhirnya ada penerbangan dari Kertajati. Tentu kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada Citilink,” kata Virda.

Virda berharap, selain destinasi Surabaya, Citilink juga bisa segera melayani masyarakat ke daerah lainnya di Indonesia. Sebab di awal pengoperasian bandara ini minimal bisa melayani lima rute penerbangan domestik ke beberapa tujuan dominan di tanah air.

Lima rute itu selain Surabaya, juga Medan, Denpasar, Banjarmasin atau Balikpapan serta Makassar. “Rute itulah yang kita harapkan bisa dipenuhi juga oleh Citilink. Bahkan katanya bisa delapan rute. Ini agar wilayah-wilayah dominan tersebut bisa terakomodir dari segi transportasi berbasis udara,” ujar Virda.

Selain itu, kata Virda, dibukanya penerbangan oleh Citilink bisa menjadi triger maskapai lainnya. Pasalnya bandara ini di tahun awal beroperasi menargetkan bisa melayani 2,7 juta penumpang pada 2018 ini. Untuk memenuhinya, penyedia jasa penerbangan lainnya diharapkan bisa segera melayani penerbangan dari Kertajati.

Apalagi pelayanan penerbangan Haji 2018 diproyeksikan bisa dilayani dari bandara yang memiliki ikon Merak ini.

Dia menyebutkan, Lion Air dan Garuda Indonesia juga sudah menyatakan minat untuk beroperasi di Bandara Kertajati. “Ketertarikan maskapai lainnya sudah banyak. Dengan adanya penerbangan awal Citilink, saya yakin maskapai lainnya bisa juga segera beroperasi di Bandara Kertajati,” sebutnya.

Sementara Executive GM PT Angkasa Pura II, Ibut Astono menyebutkan, target dari otoritas bandara hingga akhir tahun setidaknya ada 10 penerbangan yang akan melayani berbagai rute di Indonesia. “Ada beberapa maskapai sedang tempuh dan proses izin. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada penambahan sehingga pelayanan bisa maksimal.Target kami sampai akhir tahun setidaknya ada 10 rute penerbangan yang dilayani,” ungkapnya kepada Radar.

Sementara untuk targetnya, BIJB menginginkan ada 54 sampai 55 rute penerbangan. “Kapasitas kita bisa melayani sekitar 5,6 juta penumpang. Saya kira nanti BIJB bakal menjelma jadi salah satu bandara teramai di Indonesia,” paparnya.

Untuk pemilihan rute Kertajati-Surabaya, Ibut mengatakan hal tersebut sudah melalui bergagai pertimbangan. Termasuk marketnya. Menurut Ibut, Surabaya merupakan Bandara Juanda teramai kedua di Indonesia setelah Cengkareng. “Ini kan potensi pasar yang besar. Itu salah satu alasan kenapa kita pilih rute itu. Tapi dalam waktu dekat ada rute-rute lainnya,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Operasional dan Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmojo mengatakan, untuk menambah antusias warga terbang dari Kertajati, pihaknya sudah menyediakan cashback Rp10 juta di setiap satu penerbangan maskapainya. “Jadi di setiap satu penerbangan kita siapkan Rp10 juta untuk keseluruhan ini,” tandasnya. (azs)