Siap Menghadapi Musim Banjir? 22 RW di 8 Kelurahan Rawan Bencana Hidrologi

Kota Cirebon
ILUSTRASI

CIREBON–Bencana banjir 9 Februari-1 Maret 2018 dikhawatirkan bakal berulang. Terutama di puncak musim penghujan yang diperkirakan Februari-Maret tahun depan. Data Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon mencatat, sedikitnya 22 RW di delapan kelurahan, berpotensi terdampak banjir tahunan.

Data ini selaras dengan skor Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Kota Cirebon 184 atau masuk kategori tinggi untuk bencana hidrologi. Yang disayangkan ialah minimnya pencegahan. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), hanya sanggup melakukan normalisasi Sungai Kedung Pane dan beberapa saluran di kawasan pesisir.

Sementara Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis) menuntaskan tiga normalisasi sungai. Itu pun di tahun 2015 dan 2016. Minimnya upaya pencegahan ini yang menyebabkan 797 kepala keluarga dengan 3.177 jiwa, berpotensi kembali menjadi korban banjir tahunan. Kepala KPBD, Ir Agung Sedijono menjelaskan, data itu merupakan penerima bantuan sosial saat bencana banjir menerjang Kota Cirebon di periode 9 Februari-1 Maret.

Sementara untuk penanganan dan pencegahan bencana, Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Keputusan 362/Kep.1211-BPBD/2018 tentang siaga darurat banjir dan tanah longsor.  Gubernur menerapkan masa siaga terhitung 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019. “Surat ini menetapkan kabupaten dan kota Se-Jawa Barat dalam status siaga darurat banjir dan tanah longsor,” ujar Agung kepada Radar Cirebon.

Kemudian SK tersebut memuat upaya yang mesti diakukan khususnya semua stake hoder terkait dalam penanggulangan bencana. Menginventarisir kesiapan dan pengerahan sumber daya manusia, peralatan dan logistik yang ada serta yang diperlukan untuk penanganan apabila terjadi bencana. Melaksanakan pengurangan risiko (mitigasi) bencana serta mengimbau dan mengaktifkan peran serta masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dalam hal mitigasi, KPBD sendiri telah mengumpulkan ratusan perwakilan masyarakat, ketua RW di lokasi rawan bencana. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memperbaiki kondisi lingkungan. Sekaligus meningkatkan respons saat bencana datang.

Di luar itu, upaya pencegahan nampaknya tidak sepenuhnya siap. BBWS Cimancis baru melakukan normalisasi tiga dari lima sungai yang menjadi tanggung jawabnya di Kota Cirebon. Tiga sungai itu yakni, Sungai Kedungpane, Sungai Sukalila, Sungai Kesunean, Sungai Kalijaga dan Sungai Cikalong.

Namun, normalisasi ini berlangsung di periode 2015-2016 dan hanya satu di tahun ini. Misalnya pengerukan muara Sungai Sukalila sepanjang 800 meter, menggunakan anggaran tahun 2014. Pengerukan muara Sungai Kedungpane sepanjang 350 meter tahun anggaran 2016. Selanjutnya normalisasi Sungai Cikalong dengan panjang 350 meter tahun anggaran 2018. (abd/gus/myg)