SMP ITUS Field Trip Education ke Radar Cirebon

Kota Cirebon
Siswa SMP ITUS dan guru pembimbing berfoto di depan Lobi Graha Pena Radar Cirebon.FOTO:SUGUNTORO/RADAR CIREBON

CIREBON-Siswa SMP ITUS, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan memenuhi sudut-sudut ruangan Graha Pena Radar Cirebon. Mereka menyaksikan langsung ruangan tempat wartawan bekerja, sampai mendapat gambaran bagaimana sebuah program televise diproduksi.

Siswa SMP ITUS begitu antusias. Mereka tak hanya mengikuti office tour. Dasar ilmu jurnalistik yang diperoleh dari ekstrakurikuler di sekolah, membuat mereka mendapat referensi baru untuk berkarya. SMP ITUS Jalaksana, Kuningan, mengajak siswanya berkunjung ke Graha Pena Radar Cirebon.  Sedikitnya 160 siswa/siswi kelas tujuh, delapan, dan sembilan diajak office tour di Redaksi Radar Cirebon dan RCTV. Mereka didampingi 20 guru pembimbing.

Kunjungan ini dirasa tepat bagi siswa dan siswi. Kepala SMP ITUS, Nono Sodikin berharap, mereka dapat memiliki tambahan wawasan dan menggali potensinya di bidang dunia jurnalistrik. Apalagi di sekolah juga ada pengembangan ekstrakurikuler jurnalistik.

“Kami memperkenalkan dunia jurnalistik untuk mengembangkan potensi bakat dan minat siswa. Banyak sekali siswa yang minat dan ingin mengenal dunia jurnalistik itu seperti apa,” ujar Nono, kepada Radar.

Di SMP ITUS, sebetulnya sudah ada jurnal dan buletin yang menjadi wadah bagi para siswa mengembangkan kreativitasnya. Sehingga, apa yang dipelajari dari Radar Cirebon sangat relevan dan bisa diterapkan dalam produk jurnal dan buletin.

Selain mengunjungi markas Radar Cirebon, para siswa juga diajak ke Studio Kaliandra RCTV. Mereka dikenalkan dengan berbagai program-program yang ditayangkan oleh RCTV. Siswa jugadiajak ke ruangan programmer dan studio satu tempat Siaran Berita Wewara Cirebon. Kemudian kunjungan diakhiri dengan melihat ruang percetakan koran.

Salah seorang siswa, Royanda P merasa kunjungan ini memberi pemahaman lain mengenai jurnalistik. Apalagi ada hubungannya dengan ektrakurikuler jurnalistik di sekolah.

Guru BK SMP ITUS Nurhayati (45) menambahkan, Radar Cirebon dapat menjadi referensi bagi siswa dan siswi dalam menulis jurnal atau buletin di mading sekolah. Kemudian di sekolah juga ada guru fotografi yang membimbing siswa.

Ekstrakurikuler jurnalistik di SMP ITUS terhitung aktif. Mereka tidak pernah absen mendokumentasikan event di sekolah. “Mereka terbiasa menyusun berita sendiri dan ditempel di mading sekolah. Mudah-mudahan kunjungan ini jadi bekal buat siswa,” katanya. (gun)