Soal Dugaan Anak Jeremy Thomas Bawa H5, Ini Pengakuan Polisi

538
Axel Matthew Thomas (kiri) bersama Jeremy Thomas dalam sebuah acara. (dok jawa pos)

JAKARTA – Putra artis Jeremy Thomas, Axel Mathew sempat diduga terlibat dengan seorang bandar narkoba hingga akhirnya ditangkap dan diperiksa. Sekalipun memang, petugas tak menemukan apa-apa sehingga Axel dikembalikan kepada orang tuanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, Axel diduga terlibat dengan bandar narkoba yang tertangkap pihak Bea Cukai. Ketika itu, pelaku diketahui membawa 1.118 butir Happy Five (H5).

Atas hal itulah, kata Argo, anggota dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta mencoba menangkap Axel di sebuah hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7).

“Jadi begini, di Terminal3, Bea Cukai mengontak, ada bandar dari Kuala Lumpur membawa 1.118 strip happy five dimasukkan kotak panadol. Dari Bandara Soetta, datang ke terminal 3 untuk mengecek,” papar Argo, Senin (17/7).

Di sana, kata dia, ditemukan satu orang berinisial JV itu. Kemudian di dalam bungkus obat ditemukan barang haram.

“Selain JV, ada juga DRW, sebagai dua tersangka pembeli dan pemilik,” sambung dia.

“Setelah diinterogasi petugas (pelaku yang membawa H5-red), ada H5 yang dipesan oleh anaknya Jeremy Thomas. Dia sudah bayar juga, sudah transfer,” tambahnya.

Dari informasi itu, kemudian penyidik melakukan pengembangan dan menangkap Axel di depan sebuah hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Saat itu Axel mencoba lari dari petugas sehingga terjadi pergumulan dengan anggota polisi.

Argo menambahkan, kemudian Jeremy bersama pengacaranya datang mengambil anaknya yang dalam kondisi lebam akibat bergumul dengan petugas pada saat penangkapan.

“Jeremy Thomas dan pengacaranya datang ambil anaknya. Dia tidak terima anaknya lebam-lebam, terus dilaporkan ke Propam (Mabes Polri-red),” katanya.

Menanggapi langkah Jeremy Thomas tersebut, Argo mengaku tidak masalah jika anggota yang mencoba menangkap Axel dilaporkan.

“Misalnya tidak terima silahkan saja laporkan ke Propam. Nanti kami cek kebenarannya. Ini masih kami dalami lagi,” pungkasnya.(elf/JPG)