Soal Tanah Bergerak di Ciwaringin, BPBD Tunggu Kajian Vulkanologi

Kabupaten Cirebon
tanah-bergerakTINJAU LANGSUNG: Plh Bupati Cirebon Rahmat Sutrisno (kelima dari kanan) saat meninjau jalan nasional di Kecamatan Ciwaringin yang terancam amblas akibat tanah bergerak. FOTO: ILMI YANFA UNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – BPBD Kabupaten Cirebon masih menunggu hasil kajian vulkanologi serta BBWS CC. Hal itu terkait dugaan tanah bergerak di Kecamatan Ciwaringin yang menyebabkan ambruknya tiga rumah, serta satu rumah yang hampir ambruk dan juga mengancam amblasnya jalan nasional.

Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendar mengatakan, sudah mengirimkan surat kepada Vulkanologi. “Sudah dikirim ke Vulkanologi namun belum ada jawaban. Mudah-mudahan secepatnya segera direspons,” ujarnya.

Tidak hanya pada vulkanologi, pihaknya juga telah menyampaikan masalah tanah bergerak di Ciwaringin kepada BBWS CC. BBWS CC, menurut Dadang, telah siap menerjunkan tim untuk mengecek kondisi tanah bergerak di Ciwaringin.

“kata Kabid OP-nya mereka (BBWS) akan segera memeriksa kondisi tanah bergerak tersebut, sehingga bisa diketahui masalahnya,” tuturnya.

Dadang mengungkapkan, banyak juga yang berspekulasi peristiwa di Ciwaringin bukan disebabkan tanah bergerak. “Ada yang menyebutkan itu karena adanya abrasi sungai Ciwaringin. Ada juga yang bilang itu tanah bergerak, namun kami BPBD perlu berkonsultasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Sehingga BPBD lebih memilih menunggu hasil kajian vulkanologi dan BBWS CC. “Kita saat ini belum bisa ambil langkah dulu, kita ingin tahu dulu ini penyebabnya apa. Sehingga kita tunggu hasil kajian vulkanologi dulu, kita tidak ingin berspekulasi,” pungkasnya. (den)