Thursday, Mar 11th

Last update:06:13:11 PM GMT

You are here: Sub Wajah-wajah

Wajah-wajah

Belajar Ilmu Gaul

E-mail Cetak PDF

SADAR susah gaul, artis Nuri Maulida sampai harus mengambil kuliah di jurusan komunikasi. Nuri berharap kuliah di jurusan komunikasi bisa membuatnya lebih paham lagi dalam hal membangun jaringan di pergaulan.
“Aku ingin memperbaiki gaya bicara. Makanya aku ngambil komunikasi PR (Public Relations, red) supaya aku bisa lebih belajar bagaimana komunikasi dengan orang lebih baik,” kata Nuri belum lama ini. (fjr)

Batal Tularkan Virus Salsa

E-mail Cetak PDF

Terpilih sebagai anggota DPR, artis cantik Venna Melinda punya rencana tersendiri. Selain menjalankan tugas, dia ingin menyebarkan virus tarian salsa kepada rekan-rekannya. Tapi, itu sulit terwujud lantaran padatnya jadwal.

Sebelum menjalankan tugas, saat baru saja dinyatakan terpilih sebagai anggota DPR, Venna memang bertekad tetap rutin menari salsa. Bila perlu, pada saat tertentu dia mengajak rekan kerjanya menari salsa.
Venna bahkan sudah mereka-reka salah satu sudut ruang kerjanya di kawasan Senayan yang akan dijadikan tempat menari. Nanti, ruang itu diberi cermin besar. Tapi, belum juga terlaksana, dia mengurungkan niat tersebut.
“Sekarang, melihat dari pakaian, konten, dan lainnya, sepertinya menari salsa libur dulu lima tahun ini,” ucapnya saat ditemui di sela acara ulang tahun ke-82 Mooryati Soedibyo di Menteng Selasa malam lalu (5/1).
Menurut Venna, pakaian kerjanya saat ini sangat tidak pas untuk disambi menari salsa. Kalaupun harus ganti baju terlebih dahulu, waktunya tidak akan cukup. Jam kosong untuk kegiatan di luar tugas anggota dewan hanya sedikit.
Selain cuti salsa, Venna memilih berhenti sementara dari dunia entertainment. Tidak ada tawaran sinetron atau membuat album yang dia terima kala menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Di industri hiburan, yang pasti, saya break dulu sampai lima tahun. Terus terang, nggak mungkin membagi waktu,” ujarnya.
Semula, Venna ingin mengajukan program menari salsa bersama di akhir pekan untuk anggota dewan. Tapi, setelah dipertimbangkan dengan matang, diganti olahraga lain saja.
“Karena nggak mungkin salsa, sekarang saya mengajukan bikin acara senam tiap Jumat pagi. Saya nggak apa-apa nggak dibayar untuk memimpin senam itu,” tutur wanita kelahiran Surabaya, 20 Juli 1972, yang sudah mengeluarkan sejumlah VCD senam tersebut.
Venna saat ini mulai terbiasa dengan kesibukan di komisi X yang membidangi pendidikan, pariwisata, dan perpustakaan. Pergi pagi, pulang malam. Awalnya, dia memang butuh adaptasi.
“Kali pertama masuk (DPR, red), kan saya nggak biasa duduk sampai dua jam. Itulah yang susah. Saya benar-benar melakukan stretching (peregangan otot tubuh, red) sendiri, bolak-balik ke toilet. Kerja saya biasanya kan bergerak,” papar ibu Verrel Bramasta, 14, dan Athalla Naufal, 11, itu.
Dalam tugas, Venna mencurahkan perhatian kepada rumah aspirasi di daerah
pemilihannya, Kediri, Blitar, dan Tulungagung, yang dinamai Omahe Venna Melinda. Di tempat itu, Venna bisa mendengar keluhan dan keinginan warga. Menurut dia, jika belum memiliki rumah aspirasi, dia merasa belum bekerja maksimal.
Hasilnya, dari rumah itu, Venna mendapatkan banyak ide. Termasuk memberikan dukungan dan upaya penuh mempersiapkan rancangan undang-undang anti kekerasan di sekolah alias bullying. (gen/ayi)

Ingat Adegan Perkosaan

E-mail Cetak PDF

 

AKTRIS cantik Paramitha Rusady menceritakan kisahnya saat “naik daun” pada 1997-an. Kala itu sinetron “Karmila” membuatnya makin melejit hingga mendapatkan sejumlah penghargaan. Mitha ingat betul, kejadian “pemerkosaan” terhadapnya dalam sinetron striping tersebut.

Hal itu disampaikan Mitha saat menghibur tamu undangan dan korban kekerasan, dalam acara peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, di kantor Komnas HAM, di Jakarta, kemarin (10/12).
“Aku akan menyuguhkan lagu Karmila. Lagu ini sempat hits di tahun 1997. Waktu itu beberapa kali aku dapat penghargaan. Sinetron itu sangat menarik karena menceritakan tentang hak asasi seorang perempuan. Dalam cerita itu, aku diperkosa,” ujar janda aktor Gunawan dan bule asal Crosia, Nenad Bago tersebut.
Sayang Mitha lupa membawa video adegan “pemerkosaan” terhadap dirinya. “Kalau videonya dibawa, pasti kita puterin disini. Tapi saya tidak bawa, kru saja saya tidak ajak hari ini. Kata panitia, semuanya bisa dilakukan disini. Ya, sudahlah aku nyanyi seperti latihan aja. Tapi memang waktu adegan diperkosa itu, aku watak banget, hahaha..,” ucapnya lantas terbahak.
Pemilik nama lengkap Raden Pradnya Paramitha Chandra Devi Rusady itu mengaku sangat mengenang masa-masa suksesnya. Meski sekarang dia masih syuting, namun tidak sesibuk saat melejit. Mitha tidak hanya main sinetron, tapi juga dikenal sebagai aktris film layarlebar, model, sekaligus penyanyi. Saat tampil di depan korban kekerasan dan keluarga orang hilang di Komnas HAM, Mitha kembali menunjukkan performanya sebagai seorang penghibur.
Lagu “Janjiku” disuguhkan dua kali oleh bintang film “Ranjau-Ranjau Cinta” itu. “Kan sudah saya nyanyikan tadi. Okelah, kalau masih ingin lagu itu, kita nyanyi sama-sama ya, karena terpenting disini adalah kebersamaan dan rasa persaudaraan,” kata Mitha sembari memetikkan jemari ke gitar yang disandangnya. (wsm)

Kalah di Malaysia

E-mail Cetak PDF

Drama Manohara Odelia Pinot di negeri jiran tak happy ending. Manohara yang digugat suaminya, Tengku Temenggong Mohammad Fakhry, dalam kasus pencemaran nama baik, kalah di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Model kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992, itu kalah karena tak kunjung menunjuk penasihat hukum hingga tenggat terakhir kemarin (6/11).

Pengacara Fakhry, Mohamad Haaziq Pillay, mengatakan, kliennya sangat senang dan menyatakan keadilan telah ditegakkan. “Uang tidak pernah menjadi masalah, dia hanya ingin namanya kembali bersih,” kata Pillay seperti dilansir AFP.
Pangeran Kesultanan Kelantan itu dituduh Manohara melakukan penyiksaan dan pelecehan seksual selama berumah tangga. Fakhry lantas menggugat balik dan menuntut ganti rugi USD 31 juta (sekitar Rp 295 miliar) karena Manohara dan ibunya melakukan fitnah. Meski menang, Pengadilan Tinggi Malaysia belum memutuskan soal ganti rugi.
Pillay mengatakan, pihaknya akan berusaha mendapatkan uang ganti rugi itu. “Tapi, yang penting saat ini adalah membersihkan nama baik Fakhry. Klien saya merasa dipermalukan. Bayangkan, cerita yang berkembang membuat pangeran terlihat seperti monster,” katanya. Sebelumnya, Manohara pernah menyewa pengacara Malaysia. Tapi, belakangan si pengacara mundur.
Ibunda Manohara, Daisy Fajarina, mengaku sudah mendengar putusan pengadilan Malaysia tersebut. Begitu juga putrinya. Tapi, dia mengaku belum bisa bicara banyak. “Saya akan berunding dengan pengacara dulu untuk mengambil langkah,” katanya. Soal ganti rugi, Daisy meyakinkan tidak akan membayarnya. Sebab, pengadilan masih memberinya kesempatan untuk banding. (AFP/aga/oki)