AKTRIS cantik Paramitha Rusady menceritakan kisahnya saat “naik daun” pada 1997-an. Kala itu sinetron “Karmila” membuatnya makin melejit hingga mendapatkan sejumlah penghargaan. Mitha ingat betul, kejadian “pemerkosaan” terhadapnya dalam sinetron striping tersebut.
Hal itu disampaikan Mitha saat menghibur tamu undangan dan korban kekerasan, dalam acara peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, di kantor Komnas HAM, di Jakarta, kemarin (10/12).
“Aku akan menyuguhkan lagu Karmila. Lagu ini sempat hits di tahun 1997. Waktu itu beberapa kali aku dapat penghargaan. Sinetron itu sangat menarik karena menceritakan tentang hak asasi seorang perempuan. Dalam cerita itu, aku diperkosa,” ujar janda aktor Gunawan dan bule asal Crosia, Nenad Bago tersebut.
Sayang Mitha lupa membawa video adegan “pemerkosaan” terhadap dirinya. “Kalau videonya dibawa, pasti kita puterin disini. Tapi saya tidak bawa, kru saja saya tidak ajak hari ini. Kata panitia, semuanya bisa dilakukan disini. Ya, sudahlah aku nyanyi seperti latihan aja. Tapi memang waktu adegan diperkosa itu, aku watak banget, hahaha..,” ucapnya lantas terbahak.
Pemilik nama lengkap Raden Pradnya Paramitha Chandra Devi Rusady itu mengaku sangat mengenang masa-masa suksesnya. Meski sekarang dia masih syuting, namun tidak sesibuk saat melejit. Mitha tidak hanya main sinetron, tapi juga dikenal sebagai aktris film layarlebar, model, sekaligus penyanyi. Saat tampil di depan korban kekerasan dan keluarga orang hilang di Komnas HAM, Mitha kembali menunjukkan performanya sebagai seorang penghibur.
Lagu “Janjiku” disuguhkan dua kali oleh bintang film “Ranjau-Ranjau Cinta” itu. “Kan sudah saya nyanyikan tadi. Okelah, kalau masih ingin lagu itu, kita nyanyi sama-sama ya, karena terpenting disini adalah kebersamaan dan rasa persaudaraan,” kata Mitha sembari memetikkan jemari ke gitar yang disandangnya. (wsm)


