Tabuh Bedug Dlugdag, Tradisi Keraton Kasepuhan Sambut Ramadan

bedug
Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat melakukan tradisi tabuh bedug dlugdag di Langgar Agung, kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (16/5). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Kesultanan Cirebon yang didirikan Sunan Gunung Jati pada abad ke-15 memiliki adat tradisi Islami yang terus terjaga hingga saat ini. Bahkan, tradisi itu ada di setiap hari besar Islam, mulai awal tahun 1 Muharam sampai bertemu dengan 1 Muharam berikutnya. Termasuk tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Tradisi di bulan Ramadan tersebut yakni dlugdag. Tradisi ini merpuakan penabuhan bedug di samping Langgar Agung kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (16/5). Penabuhan bedug ini dilakukan setelah shalat Ashar di hari terakhir bulan Syaban.

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat mengawali penabuhan bedug tersebut selanjutnya dilakukan oleh para abdi dalem. ”Tradisi dlugdag ini sebagai tanda masuknya bulan Ramadan dan sudah dilakukan sejak zaman para wali. Belum adanya alat informasi yang canggih, juga belum adanya pengeras suara pada saat itu, mejadikan bedug dan kentonganlah sebagai alat yang pontensial untuk memberikan peringatan atau informasi kepada masyarakat tanda masuknya bulan suci Ramadan. Kami keluarga besar Keraton Kasepuhan mengucapkan selamat ibadah puasa Ramadan,” ujar sultan.

Perlu diketahui, pemerintah melalui kementerian agama menetapkan 1 Ramadan 1439 H/2018 M, jatuh pada Kamis (17/5). Keputusan itu berdasarkan hasil sidang isbat yang dilakasanakan di di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5). (rdh)

Content Protection by DMCA.com