Tantang Maut, Siswa SD Nekat Naik Atap Kendaraan

Insiden 24 jam
dri---menantang-maut-(7)Sejumlah siswa SD di Kecamatan Babakan nekat naik atap kendaraan saat pulang sekolah. Selain itu, siswa lainnya juga terlihat naik kendaraan seperti becak dengan penumpang berlebih dan naik bentor (motor roda tiga) dengan posisi membahayakan.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Pemandangan mengusik mata tersaji hampir setiap hari di ruas Jalan Babakan-Gebang. Puluhan siswa-siswi sekolah dasar setiap pulang sekolah terlihat kurang pengawasan. Bahkan yang bikin miris, para siswa tersebut terkesan menantang maut untuk bisa cepat sampai rumah.

Seperti yang terlihat di depan Polsek Babakan. Sejumlah siswa nekat menaiki atap angkutan umum berkelir kuning sambil bersenda gurau di atas kendaraan. Beberapa di antaranya bahkan nekat berdiri menggantung di pintu samping angkutan yang waktu itu melaju menuju Gebang.

Tak hanya pelajar yang ada di atas angkutan, pemandangan serupa juga terlihat ketika para pelajar dengan seragam merah putih terlihat duduk di bagian depan persis di samping pengemudi angkutan modifikasi yang bentuk sebenarnya adalah sepeda motor roda tiga.

“Ini setiap hari. Ada yang dijemput karena langganan, biasanya pakai becak atau pakai bentor. Ada juga yang naik angkutan umum. Ramainya kalau pas jam pulang saja,” ujar Sunarti, warga Desa Babakan saat ditemui Radar Cirebon.

Menurutnya, hal tersebut sudah seperti lumrah dan tak mengganggu. Pasalnya, aktivitas tersebut sudah sering terlihat setiap hari. Namun menurutnya, pemandangan tersebut sering terlihat pada siang hari saja, karena pagi banyak siswa yang diantar orangtuanya.

“Jadi kan banyak tuh orangtua yang sekaligus berangkat kerja terus nganter anak. Nah pas baliknya gak dijemput. Mereka sebagian naik angkutan yang ada. Jadi ramainya pas pulang sekolah saja. Kan mereka bareng-bareng tuh keluarnya,” bebernya.

Ditambahkannya, pemerintah harusnya mulai memikirkan dan menyediakan fasilitas pendukung pendidikan, baik itu angkutan umum yang aman dan nyaman untuk para siswa. “Ya mending ada antar jemput, atau angkutannya diketatkan. Diawasi dengan baik, jangan sampai ada siswa yang naik atap kendaraan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Babakan Aminudin saat dihubungi Radar Cirebon berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya agar kondisi tersebut tidak terulang lagi. Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab bersama agar para siswa mendapatkan service dan pelayanan terbaik dalam menuntut ilmu. “Ini akan saya sampaikan ke pimpinan. Saya juga akan kasih informasi ke pihak terkait. Tentunya ini tidak baik, bahaya buat mereka. Apalagi ada yang sampai naik atap, anak SD lagi,” ungkapnya. (dri)