Tebing Longsor, Akses Jalan Cipasung-Subang Tertutup

Longsor membuat akses Jalan Cipasung-Subang Kabupaten Kuningan tak bisa dilalui. Foto: Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Hampir empat jam hujan deras di wilayah Selatan Kabupaten Kuningan menyebabkan tanah longsor di Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe, hingga menutup akses jalan yang menghubungkan Cipasung-Subang, Senin (8/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tebing setinggi 25 meter yang baru dikeruk karena proyek pelebaran jalan ambrol hingga menutup jalan sepanjang 50 meter dengan ketebalan tanah mencapai 50 sentimeter. Beruntung saat kejadian kondisi jalan tengah sepi sehingga musibah tanah longsor tidak sampai memakan korban jiwa.

“Tanah longsor terjadi setelah hujan mengguyur sejak siang hari hingga sore. Tanah tebing setinggi 25 meter ambrol dan menutup jalan penghubung Cipasung-Subang,” kata Kades Kutawaringin Udin Rukadi kepada Radar, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Udin, aparat desa yang langsung mengabarkan kejadian tersebut kepada pihak kecamatan, aparat TNI dan kepolisian termasuk BPBD. Udin pun menyampaikan terima kasih, ternyata kejadian tanah longsor mendapat tangapan dari instansi tersebut yang langsung turun bahu membahu bersama warga membersihkan jalan dari material tanah longsoran.

“Ditambah lagi ada alat berat yaitu beko yang tengah mengerjakan proyek pelebaran jalan kebetulan posisinya masih dekat dari lokasi sehingga bisa dikerahkan untuk membantu pembersihan material tanah. Mudah-mudahan bisa secepatnya selesai sehingga masyarakat yang ingin beraktivitas besok pagi (hari ini, red) sudah tidak terhalang lagi,” kata Udin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan, tanah longsor di Desa Kertawanguna terjadi di dua lokasi berbeda yaitu di Blok Rayudan menyebabkan akses jalan sepanjang 17,7 meter tertutup dan satu lagi longsor di Blok Cikali menutup jalan sepanjang 13 meter. Dikatakan Agus, tim assessment dari BPBD sudah ke lokasi bersama petugas TNI dan Polri membersihkan material tanah dari jalan.

“Ketebalan longsoran tanah tidak terlalu tinggi, antara 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Keberadaan beko yang tengah melakukan pelebaran jalan cukup membantu proses pembersihan material tanah, sehingga bisa cepat. Namun hingga pukul 17.30 WIB, hujan kembali turun sehingga penanganan longsor untuk sementara kita hentikan dan dilanjutkan hari Selasa pagi,” ujar Agus.

Selain menyebabkan akses jalan tertutup, kata Agus, tanah longsor juga mengancam satu rumah warga atas nama Suherman (65) yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Atas hal tersebut, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu DPRPP dan PUPR untuk penanganannya. (fik)