Terkejut Keputusan Bupati Anna, Parpol Pengusung Belum Bicara Suksesi

Kabupaten Indramayu
0et-071118-Bupati-Anna-dan-anaknya-yang-juga-anggota-DPR-RI-Daniel-Mutaqien-Syafiudin.-(foto-lama)Hj Anna Sophanah bersama Daniel Mutaqien Syafiuddin, belum lama ini. Melalui sosial media, Daniel menjelaskan mengapa sang ibu memilih mundur dari jabatan bupati Indramayu.FOTO:OETOYO PRIE ACHDIE/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Mundurnya Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah terus menjadi perbincangan. Ada yang menilai kalau keputusan mundur merupakan hak bupati dan tak bisa dihalang-halangi. Tapi, ada pula yang menyayangkan sikap orang nomor satu di Indramayu ini.

Anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Indramayu M Alam Sukmajaya ST MSi, mengatakan, setelah Bupati Hj Anna Sophanah mengirimkan surat pengunduran diri ke DPRD Indramayu, selanjutnya Bamus menjadwalkan rapat paripurna dengan agenda pembacaan surat pengunduran diri Bupati Anna.

Paripurna itu digelar hari ini, Rabu (7/11). “Dalam rapat dengan agenda pembacaan surat pengunduran diri bupati, juga akan diputuskan bagaimana sikap DPRD atas surat pegunduran diri bupati. Hasil rapat paripurna nanti akan disampaikan kepada menteri dalam negeri melalui gubernur. Jadi yang memutuskan itu menteri dalam negeri,” tutur Alam.

Pengunduran diri Bupati Anna juga dipertanyakan oleh partai pengusung. Ketua DPD Partai Gerindra Indramayu, H Kasan Basari SH mengatakan sebagai partai pengusung Gerindra juga mempertanyakan alasan pengunduran diri bupati.

Dikatakan, sesuai aturan, bupati bisa diberhentikan dari jabatannya dengan tiga alasan. Karena sakit, tersangkut kasus pidana, dan mengundurkan diri. ”Kita tentunya hargai keputusan bupati, tapi juga dengan alasan yang tepat dan sesuai aturan,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKS H Ruswa MPdI, juga mengaku terkejut dengan adanya surat pengunduran diri dari Bupati Hj Anna Sophanah. Menurutnya, PKS bersama Gerindra dan Demokrat saat itu mengusung Hj Anna Sophanah-Drs H Supendi MSi dan berhasil menang.

“Kami sebenarnya berharap Bupati Hj Anna Sophanah bisa selesai memimpin Indramayu selama lima tahun. Tapi di tengah jalan memang ada hal yang tidak terduga. Dan kita bisa menghargai serta mengepresiasi sikap beliau yang tidak bisa melanjutkan kepemimpinan,” ujar Ruswa.

Ruswa juga mengaku belum pernah mengadakan pertemuan dengan partai pengusung lainnya, yaitu PKS, Gerindra, dan Demokrat, terkait pengunduran diri Bupati Anna. Termasuk soal siapa yang nanti akan menjadi wakil bupati pendamping Supendi ketika diangkat menjadi bupati. “Soal siapa yang akan menjadi pendamping Pak Supendi, tentu masih belum kita bahas karena prosesnya masih panjang,” ujarnya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar H Syaefudin, mengaku menghormati apa yang menjadi keputusan bupati. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas apa yang telah dilakukan Bupati Hj Anna Sophanah selama 8 tahun membangun Indramayu.

Ia juga berharap keputusan ini dipahami dengan bijak oleh masyarakat. “Kami sangat menghormati keputusan bupati. Karena beliau juga telah banyak berjasa bagi kemajuan Kabupaten Indramayu selama ini,” ujarnya.

Sikap berbeda diungkapkan anggota Fraksi PDI Perjuangan, H Abdul Rohman. Menurutnya, Bupati Hj Anna Sophanah dipilih oleh rakyat untuk memimpin selama lima tahun. Tapi kenyataan yang terjadi, di tengah jalan ternyata justru mundur.

Menurutnya, hal ini berarti telah lari dari tanggung jawab. “Kami dari fraksi PDI Perjuangan tentunya akan mempertayakan alasan pengunduran diri bupati. Kalau hanya karena alasan mengurus keluarga, tentunya patut dipertanyakan,” ujarnya.

Berbagai spekulasi dan pertanyaan memang terus bermunculan terkait mundurnya Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah. Meski dalam surat pengunduran diri yang dikirimkan ke DPRD Indramayu, bupati menjelaskan bahwa alasan pengunduran diri adalah karena persoalan keluarga. Namun hal ini masih juga mengundang pertanyaan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Anna belum sempat memberikan penjelasan secara langsung. Dalam rapat internal DPRD yang digelar Selasa sore (6/11) dengan agenda meminta penjelasan langsung dari Anna soal alasan pengunduran diri itu, juga tidak hadir. Info yang beredar, Anna pergi ke Jakarta mengantar sang suami Irianto MS Syafiuddin untuk berobat. (oet)