Ternak Ayam Punya Pasar Menjanjikan

Bisnis peternakan ayam sampai saat ini masih menjadi bisnis menjanjikan. Terlebih, saat ini peluang pasar bisnis ini masih terbuka lebar. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBONBisnis peternakan ayam sampai saat ini masih menjadi bisnis menjanjikan. Terlebih, saat ini peluang pasar bisnis ini masih terbuka lebar.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Harga daging ayam jarang sekali turun. Bahkan di beberapa kesempatan seperti di momen-momen jelang hari besar seperti Idul Fitri dan hari besar lainnya, harga daging ayam kerap naik drastis. Daging ayam pun punya pasar yang menjanjikan. Kebutuhan akan salah satu sumber protein hewani ini, selalu tinggi di beberapa daerah. Tak terkecuali di Cirebon. Di pasaran, harga daging ayam saat ini bisa di atas Rp32 ribu sampai Rp35 ribu.

Salah satu peternak ayam di Desa Leuwidinding, Dedi Suhaedi kepada Radar Cirebon menuturkan, saat ini di tingkat petani harga daging ayam perkilonya menyentuh Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Harga tersebut adalah harga dari kandang. Yakni pembeli atau bakul ayam langsung mengambil sendiri dating ke kandang ayam. “Untuk harga sendiri masih relatif stabil. Tapi nanti naiknya kalau kebutuhan lagi tinggi seperti akhir tahun atau ada hari-hari besar. Saat ini, perkilogramnya dihargai Rp17 ribu sampai 18 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini jumlah peternakan ayam di Kabupaten Cirebon masih terbatas. Meskipun ada beberapa peternakan besar dengan bentuk PT, namun belum mampu mencukupi kebutuhan pasar. “Pasarnya masih terbuka lebar. Tidak ada sejarahnya ayam tidak laku. Pasar masih butuh banyak. Ini usaha yang menjanjikan dan punya risiko kecil untuk rugi,” imbuhnya.

Menurutnya, sejak datang ke kandang, ayam akan siap dipanen dalam waktu 35 hari ataupun 40 hari. Dengan biaya pakan dan lain-lain yang memang membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun menurutnya, hal itu sesuai dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan saat panen.

Sementara itu, salah satu pekerja peternakan, Husni kepada Radar Cirebon menuturkan, jika masalah yang sering dihadapi para peternak ayam adalah cuaca yang sering berubah-ubah. Dikatakannya, jika kandang sudah mempunyai pengatur suhu dan modern itu menjadi mudah dan tidak terlalu bermasalah.

Namun, jika peternakan masih konvensional, maka faktor cuaca akan sangat berpengaruh. “Kalau cuaca tiba-tiba panas, tiba-tiba hujan itu akan menurunkan daya tahan ayam. Ini masalah yang sering. Kalau sakit biasanya tak lama juga mati,” ungkapnya. (dri)