Ternyata di Mundu Masih Banyak Warga BAB Sembarangan

ILUSTRASI-BAB-SEMBARANGANILUSTRASI-BAB SEMBARANGAN

CIREBON-Sudah empat tahun terakhir, fasilitas sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) di Blok Karang Ketapang, Desa Mundu Pesisir, tidak berfungsi lagi. Padahal di wilayah tersebut, masih banyak rumah atau keluarga yang belum memiliki fasilitas kakus atau WC di dalam rumahnya. Kondisi tersebut membuat masih banyak warga yang akhirnya terpaksa BAB sembarangan.

Sanimas tersebut awalnya dibangun pada tahun 2013 melalui bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun hanya setahun berjalan, bangunan dengan tiga kamar mandi dan satu tempat ruangan terbuka untuk pengisian air bersih mengalami kerusakan. “Sekarang berarti sudah sekitar empat tahunan tidak beroperasi. Peralatannya banyak yang rusak, listrik juga sudah tidak jalan. Padahal ini penting. Banyak warga yang masih belum punya WC di wilayah ini,” ujar Nursin, tokoh masyarakat Blok Karang Ketapang, Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Nursin, faktor utama yang membuat sarana umum tersebut rusak dan mangkrak adalah kesadaran dari masyarakat sendiri. Menurutnya, saat masih bagus dan dalam kondisi baik, warga tidak menjaga sarana umum tersebut. Terlebih, iuran untuk penggunannya tidak berjalan, sehingga tidak pernah ada yang membersihkan dan untuk bayar listriknya pun sulit. “Ini kan pakai listrik. Jadi ada iurannya. Listriknya untuk jetpam dan lampu. Tapi warga hanya makai saja tanpa mau iuran untuk listrik. Boro-boro dirawat, untuk bayar listrik saja sulit. Sekarang kondisinya sudah tidak bisa digunakan lagi,” imbuhnya.

Sanimas tersebut menurut Nursin, selain digunakan untuk fasilitas BAB, diperuntukan juga untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di rumah-rumah warga. Namun air bersih di sini bukan untuk konsumsi, melainkan hanya mencuci dan mandi.

“Sampai sekarang kondisinya mangkrak. Belum ada yang tahu kapan aktif lagi. Yang jelas, kalau mau berjalan ya harus ada revitalisasi peralatan dan bangunan, karena beberapa bagian rusak karena terlalu lama tidak digunakan. Alat-alatnya seperti pompa, toren, pipa, jaringan listrik juga sepertinya rusak,” ungkapnya.

Sementara itu, Juli warga sekitar kepada Radar Cirebon mengatakan, dia tidak memiliki fasilitas kakus di rumahnya. Untuk kebutuhan hajat rahasia tersebut, ia memanfaatkan hutan mangrove yang rimbun dan wilayah pinggiran laut sepi. “Saya belum punya kakus. Belum ada uang untuk bikinnya. Tapi kalau dibanding Blok Karang Glindingan, Karang Ketapang lebih mending. Di sini banyak tapi tidak sebanyak di Karang Glindingan,” pungkasnya. (dri)