Tersumbat Sampah, Warga Waswas Saluran Air Meluap

Kabupaten Indramayu
ILUSTRASI

INDRAMAYU–Penduduk yang bermukim di sepanjang saluran air lagi waswas. Menyusul mulai meningginya debit air di saluran pembuang yang melintasi lingkungan mereka. Kondisi ini terjadi lantaran curah hujan tinggi ditambah saluran tersumbat sampah.

“Sekarang saja air sudah rata dengan bibir saluran pembuang. Kalau hujan terus-terusan, air bisa meluap masuk ke permukiman,” ujar Wanta, warga di Desa Limpas, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Menurut dia, sampah kirimanlah yang membuat aliran air tersumbat sehingga rawan meluap. Dari pantuannya, banyak sampah yang masuk ke dalam gorong-gorong sehingga aliran tersumbat. Bahkan di musim penghujan ini, sampah kiriman tidak berhenti menyesaki saluran pembuang. “Nyangkut dij embatan sudah dibersihkan warga, besoknya sudah banyak lagi,” keluh dia.

Sejatinya, upaya normalisasi kerap dilakukan banyak pihak. Mulai dari Pemerintah Desa sampai anggota Kodim 0616/Indramayu lewat program Karya Bakti TNI. Sampah dan sedimen di dalam saluran menjadi sasaran untuk diangkut.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan punya ritual khusus menyambut datangnya musim penghujan. Yakni dengan mengajak warganya melaksanakan kerja bakti pengurasan saluran air Panggang Welut. Puluhan warga dilibatkan dalam aksi bersih-bersih yang berlangsung selama sepekan.

Dengan menggunakan alat yang sederhana, mereka bahu membahu membersihkan saluran yang tersumbat sampah dan mengalami sedimentasi. Namun sayangnya meski sudah melakukan kerja bakti, sampah kiriman belum bisa dikendalikan. Sampah tetap menyumbat saluran pembuangan. (kho)