Tim Sukses Bakal Somasi Panitia Pilkades Sutawangi

643
ILUSTRASI

MAJALENGKA-Masyarakat Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi mempertanyakan kinerja panitia pemilihan kepala desa, karena hinggga selesai pencoblosan DPT belum pernah disampaikan kepada masyarakat maupun lima calon kepala desa. Selain itu ada keterlibatan LSM dan organisasi masyarakat berseragam lengkap masuk area pencoblosan, namun pihak aparat seperti Linmas dan aparat lainnya seolah membiarkan.

Tokoh masyarakat yang juga perwakilan tim sukses calon nomor urut satu, Masduki Muksin mengatakan seharusnya DPT diketahui masyarakat sebelum pencoblosan dimulai dan pihaknya telah mengingatkan panitia. Namun hingga hari pencoblosan, persoalan DPT masih belum jelas.

“DPT hingga hari pencoblosan belum disosialisasikan dan tidak diinformasikan. Bahkan ada yang punya KTP dan KK ganda. Ada orang yang sama mencoblos di Sutawangi, juga mencoblos di Ciborelang. Selain itu di hari tenang banyak yang main uang. Jelas-jelas memanfaatkan situasi koordinator PKH di tiga titik dengan dalih ulang tahun, bagi-bagi duit untuk syukuran ulang tahun. Sambil membagi-bagikan, oknum petugas ini mengatakan dirinya pendukung salah satu calon kades secara langsung,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Masduki juga mengatakan, ada ketua ormas atau LSM sengaja mengumpulkan anak-anak yatim, dan mengkampanyekan salah satu calon kepala desa sampai malam hari hingga Sabtu dini hari. Ormas tersebut ikut terlibat sewaktu kampanye hiingga datang ke desa sewaktu pencoblosan.

“Mereka datang memakai seragam lengkap atas undangan siapa? Panwas diam saja tidak menindak. Atau memang pengamanan dan pengawasan lemah? Kami mempertanyakan kehadiran mereka tapi panitia tidak mau menjawab. Kemudian pada hari tenang sebagian RT juga ikut terlibat, mereka terlihat membagi-bagikan uang kepada para pemilih,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat lain pendukung calon kades nomor empat, Moh Syafei mengatakan pihaknya akan menyerahkan surat somasi paling lambat Selasa (18/7) kepada panitia pilkades. Dia menilai Pilkades Sutawangi banyak kejanggalan, dan disinyalir ada permainan uang. Panitia tidak memberikan fasilitas informasi kepada para calon kepala desa terkait DPT.

“Kami juga mempertanyakan kehadiran LSM, sementara keamanan setempat seolah diam saja. Kami juga punya barang bukti ada KK ganda dan KTP ganda, sehingga bisa nyoblos di dua desa yakni desa Sutawangi dan Desa Ciborelang. Masa itu lolos dari panitia dan panwas,” ujarnya.

Syafei bersama tim sukses dari calon nomor satu dan nomor lima, serta sejumlah tokoh masyarakat akan melayangkan surat somasi atau keberatan tersebut kepada panitia pilkades.

“Kami sudah ada bukti dan sudah diserahkan ke panitia pilkades berikut saksinya. Cuma panitia belum menanggapi, makanya kami siap menempuh jalur hukum. Keberatan bukan hanya satu tim sukses, artinya keberatan itu dari timses calon lain juga ada,” ungkapnya.

Syafei maupun Masduki dan tim sukses dari calon kades nomor urut lima, bahkan siap mendatangkan beberapa pengacara jika panitia pilkades lemah dalam hal argumentasi yang ditanyakan pihaknya.

“Kami sudah siapkan sejumlah pengacara untuk mengusutnya. Paling lambat hari Selasa kami serahkan surat somasi kami kepada panitia,” ujarnya, didampingi Asep Supardi tim sukses calon kades nomor lima.

Sementara Pjs Kades Toto Suprapto menyebutkan hasil pemungutan suara Pilkades Sutawangi, calon kades nomor urut 1 Wawan Darmawan meraih 212 suara, nomor urut 2 E Sudiana meraih 950 suara, nomor urut 3 Joko Subiantoro meraih 303 suara, nomor urut 4 Toto Husni Atorik meraih 840 suara, dan nomor urut 5 Dian Heryani meraih 450 suara. Total suara sah 2.755 dan tidak sah 65 suara. (ara)