Tingkatkan Daya Saing, Internet Akan Merata di Semua Desa Tahun 2018

90
Direktur Infrastruktur BP3TI Kominfo Dhia Anugerah (berdiri), Anggota DPR RI Komisi I Dave Akbarshah Fikarno dan Wadek 3 Fisip Unswagati Khaerudin Imawan menyampaikan manfaat jaringan internet untuk masyarakat, kemarin (14/11). Foto: Cecep/radarcirebon.com

CIREBON – Indonesia menempati urutan ke-37 dari 140 negara di dunia dalam hal daya saing bangsa. Posisi itu lebih rendah dari Singapura dan Malaysia, bahkan Vietnam.

Salah satu penyebabnya lantaran Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, terutama internet dalam segala bidang. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI mendorong pemanfaatan internet desa merata di semua wilayah.

Kadiskominfo Kabupaten Cirebon, Sugeng Dharsono mengatakan, saat ini perkembangan teknologi informasi berkembang cepat dan masif. Di mana, masyarakat saat ini mudah mengakses internet. Hanya saja, perkembangan dunia IT yang pesat perlu juga diimbangi oleh sumber daya manuisa.

“Sekarang ini dunia internet bukan lagi barang mewah karena sudah masuk ke ranah kehidupan dan menjadi kebutuhan. Sehingga, peran IT ke depan yang semakin maju, diharapkan dapat mengefisiensi waktu,” ucapnya saat membuka seminar Internet Katalog Masa Depan, dalam rangka sosialisasi redesign Universal Service Obligation, kemarin (14/11).

Menurutnya, perkembangan IT masih belum diimbangi oleh sumber daya manusia (SDM). Sehingga, pemanfaatan IT di Indonesia masih rendah. Begitu juga perusahaan-perusahaan yang masih lambat dalam penggunaan IT.

“Pemkab Cirebon sendiri sejak tahun 2009 sudah meluncurkan electronic government. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat memutus mata rantai birokrasi,” katanya.

Disebutkan Sugeng, pihaknya juga menyediakan Cirebon White Area Network di beberapa titik, juga membuat jaringan internet di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga sampai desa.

Akan tetapi, karena Cirebon memiliki wilayah yang luas, jaringan internet ke setiap desa masih belum merata. Hal ini dilakukan secara bertahap. “Kita akui belum semua desa bisa mengakses internet. Tapi tahun 2018 kita akan tingkatkan dan itu sudah disuport anggaran oleh DPRD,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga terus menyosialisasikan pemanfaatan internet ke pelajar dan aparat pemerintah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya dunia teknologi informasi. Serta, tak kalah penting penggunaan internet secara sehat dan benar.

Sebab, saat ini, pemanfaatan internet bisa saja berdampak negative. Bahkan bisa berhadapan dengan hukum karena ada UU Nomor 11 2008 mengenai ITE terkait dengan adanya larangan pengguna internet untuk penyebaran kebencian, hoax dan lainnya.

“Ini yang harus diperhatikan. Peran orang tua sangat penting. Sekarang IT bisa melalui HP. Orang tua juga harus bijak menyediakan waktu melihat HP anak-anaknya,” ujarnya.

Dia berharap agar pemanfaatan IT bisa berdampak positif dalam mendongkrak daya saing bangsa. Ini menjadi momentum semua masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas dan infrastruktur pemerintah.

Dalam seminar kemarin, hadir pula Pudek III Fisip Unswagati Khaerudin Imawan, Direktur Infrastruktur BP3TI Kominfo Dhia Anugerah Febriansyah, dan Anggota DPR RI Komisi I Dave Akbarshah F Laksono.

Dalam pemaparannya, Dave menjelaskan mengenai pentingnya memanfaatkan IT untuk mendorong daya saing Indonesia. “Posisi itu tidak terlalu jelek, tapi bila melihat negara tetangga kita di wilayah ASEAN, Indonesia masih kalah dengan negara lain,” bebernya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi bisa dirasakan secara positif oleh masyarakat di berbagai bidang. Saat ini, semua layanan sudah berbasis internet. Seperti adanya e-commerce, e-money, e-education, e-goverment dan lain sebagainya. Pemanfaatan internet dapat digunakan secara luas dengan jaringan informasi.

Maka dari itu, pihaknya mendorong Kominfo agar memperluas akses masyarakat terutama di setiap desa untuk bisa memanfaatkan internet. Seperti dengan adanya program internet desa. Hal ini bisa ikut mengembangkan pembangunan desa. Sehingga, desa tersebut bisa menyebarkan informasi potensi desa ke masyarakat dunia.

Sementara itu, salahsatu pembicara, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unswagati, Khaerudin Imawan  mengatakan, internet terbukti telah menjadi salah-satu unsur perubahan paling cepat dalam sejarah peradaban manusia. Tidak hanya menyajikan kecepatan, tapi juga masalah, sebagai sebuah saluran yang bebas, internet dapat digunakan untuk apa saja. (jml/cep)