Tol Satu Arah, Rezeki Nomplok Pedagang Dadakan

Pedagang musiman membangun lapak sederhana di jalur pantura yang terkesan seadanya. FOTO: AGUS RADARIBET/RADAR CIREBON
Pedagang musiman membangun lapak sederhana di jalur pantura yang terkesan seadanya.FOTO: AGUS RADARIBET/RADAR CIREBON

CIREBON-Musim mudik tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya, adalah waktu yang ditunggu pedagang musiman untuk mendapatkan mendapatkan keuntungan. Mereka membangun lapak sederhana di jalur pantura yang terkesan seadanya, yang penting bisa untuk sekedar berteduh calon pembelinya.

Seperti yang diungkapkan Sopandi (38), warga Kecamatan Kedawung ini mendirikan lapaknya sejak H-7 disekitar Makorem 063 Jalan Brigjen Dharsono Bypass. Bersama belasan pedagang lainnya dia mengadu untung dengan berjualan makanan, mi instan, minuman dan rokok.

Untuk tahun ini menurutnya ada sedikit kenaikan sampai H-2. Bila tahun lalu bisa mengantongi Rp2 juta, kini bertambah menjadi sekitar Rp2,5 juta, selama 5 hari berjualan. Rata-rata pembelinya adalah pemudik yang menggunakan motor dan beberapa saja yang pemudik mobil mampir.

Terkait adanya pemberlakuan oneway di Tol Trans Jawa, Sopandi mengaku ada pengaruhnya. One way diberlakukan dari arah Jawa Tengah ke Jakarta. Sementara pedagang lain disekitaran depan Goa Sunyaragi Abdul Wahid menambahkan, penjualan tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Ada keuntungan, tapi tidak sesuai dengan harapannya.

Menurutnya, dengan adanya tol trans Jawa, pemudik banyak yang menggunakan mobil dan angkutan umum lewat tol tersebut. Sehingga mengurangi pemudik secara signifikan yang melewati jalur pantura.

“Ya pendapatan lumayan aja mas, ada untungnya sedikit. Saya sih berharap nanti arus balik dagangan bisa laku banyak. Saya sudah menyiapkan lapak di jalur sebelahnya, depan PLTG,” pungkasnya. (gus)

Berita Terkait